Inflasi AS pada Juli secara luas sesuai dengan perkiraan, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar dan mengurangi tekanan pada Fed untuk menaikkan suku bunga pada September.
CPI headline naik 0,1% month-on-month dan 3,4% year-on-year, turun dari 3,5% pada Juni. CPI inti naik 0,2% bulanan, dengan tingkat tahunan melandai ke 2,5%.

Gambaran inflasi yang lebih lunak, dikombinasikan dengan data ketenagakerjaan Juli yang lebih lemah, telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga September. Penetapan harga pasar kini menempatkan probabilitas kenaikan sekitar 38%.
Bagi para trader, pergeseran ekspektasi Fed dapat menciptakan peluang di beberapa pasar utama.
Emas dapat diuntungkan jika ekspektasi suku bunga yang lebih rendah memberi tekanan pada dolar AS dan imbal hasil Treasury.
Nasdaq 100 juga dapat menemukan dukungan, karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah umumnya meningkatkan prospek saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga.
Sementara itu, latar belakang inflasi yang lebih lunak dapat membebani dolar AS, meskipun pergerakan selanjutnya masih akan bergantung pada data ekonomi mendatang dan komunikasi Fed.
CPI masih berada di atas target 2% Fed, jadi prospek suku bunga masih jauh dari pasti. Bagi investor, kuncinya adalah mencermati bagaimana pasar merespons ekspektasi yang berubah — daripada menganggap aset apa pun akan bergerak dalam satu arah.
