Indeks dolar AS (DXY) bertahan di dekat 99,88 pada 12 Agustus, sementara USD/JPY bergerak di sekitar 159,4 seiring para pelaku pasar menantikan data CPI AS untuk mencari petunjuk mengenai jalur kebijakan The Fed pada bulan September. Pada saat yang sama, ketegangan yang kembali memanas di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent mendekati 90 dolar AS, sehingga meningkatkan risiko inflasi.
Bagi para trader, CPI adalah katalis utama: jika data lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan mengangkat imbal hasil, sementara inflasi yang lebih lembut dapat menghidupkan kembali ekspektasi pelonggaran dan memberi tekanan pada greenback. Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah lapisan risiko inflasi lainnya.
