VG Markets Unduh

Emas Hentikan Pemulihannya saat Pasar Bersiap Menghadapi Keputusan Suku Bunga The Fed

Emas Hentikan Pemulihannya saat Pasar Bersiap Menghadapi Keputusan Suku Bunga The Fed
  • Emas menghentikan sejenak rebound dua harinya saat para pedagang menunggu keputusan suku bunga The Fed.
  • The Fed diprakirakan mempertahankan suku bunga, dengan para pedagang mencari petunjuk mengenai kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
  • XAU/USD tetap berada di bawah moving average harian utama, dengan support terdekat di US$4.000–US$3.950.

Emas (XAU/USD) mengkonsolidasikan penurunan pada hari Rabu saat para investor menunggu pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan pada pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Pullback moderat pada harga Minyak membantu bullion pulih dari level terendah sejak Juli selama dua hari terakhir. Namun, kenaikan baru pada harga Minyak dan Dolar AS (USD) yang stabil membatasi kenaikan lebih lanjut.

Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.037, turun 0,57% pada hari ini. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 102,33 setelah mencapai level tertinggi baru dua pekan di 102,49 sebelumnya pada hari ini.

Harga minyak rebound setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington telah memperingatkan negara-negara Teluk tentang kemungkinan operasi militer terhadap Iran setelah pemilu sela AS. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$102,60 per barel, naik 3% pada hari ini.

Seiring dengan kenaikan minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS pulih dari level terendah baru-baru ini, dengan imbal hasil bertenor 10 tahun naik kembali di atas 5%, menambah tekanan pada Emas yang tidak berimbal hasil.

Biaya energi yang lebih tinggi telah menjaga tekanan inflasi tetap tinggi sejak perang Timur Tengah meletus pada akhir Februari, mendorong bank-bank sentral besar, khususnya The Fed, untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada September dan memberi sinyal kenaikan lagi sebelum akhir tahun, menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Para pengambil kebijakan secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober, sementara para pedagang memperhitungkan probabilitas 85% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember, menurut CME FedWatch Tool.

Para analis di ABN Amro berpendapat bahwa perkembangan terbaru dalam data AS memberi The Fed ruang untuk menahan diri untuk saat ini. Mereka mencatat bahwa, "dikombinasikan dengan lebih lemahnya data PCE, tenaga kerja baru-baru ini menghapus sebagian besar tekanan untuk segera menaikkan suku bunga," sehingga memungkinkan para pengambil kebijakan untuk "memiliki waktu enam minggu lagi untuk menilai apakah kekuatan inflasi terbaru mencerminkan tekanan yang persisten atau hanya kenaikan temporer lainnya."

Dengan jeda yang sebagian besar telah diantisipasi, panduan mengenai prospek kebijakan bisa memicu reaksi pasar yang lebih kuat daripada keputusan itu sendiri. Jika para pengambil kebijakan memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut masih terbuka, Dolar AS bisa menguat lebih lanjut, sehingga level support US$4.000 pada Emas berada dalam risiko.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam yang tidak berimbal hasil ini. Sebaliknya, nada yang kurang hawkish bisa membebani Greenback dan memberi ruang bagi bullion untuk reli dalam jangka pendek.

Analisis Teknis: XAU/USD Tetap Bearish di Bawah SMA Harian

Pada grafik harian, XAU/USD mempertahankan bias bearish jangka pendek karena diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 50-hari, 100-hari, dan 200-hari, sehingga para penjual tetap memegang kendali. Relative Strength Index (RSI) di 39 menunjukkan momentum beli lemah, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap berada di wilayah negatif, mengindikasikan bahwa tekanan ke bawah masih berlanjut.

Di sisi atas, resistance awal berada di SMA 100 hari di dekat US$4.218, diikuti oleh SMA 50 hari di US$4.278. Pemulihan yang lebih kuat dapat membawa resistance horizontal di US$4.400 ke dalam sorotan, di depan SMA 200 hari di sekitar US$4.500.

Di sisi bawah, zona US$4.000–US$3.950 menawarkan support terdekat. Penembusan akan membuka jalan menuju kemunduran yang lebih dalam, sementara upaya pemulihan kemungkinan akan kesulitan selama harga diperdagangkan di bawah moving average harian yang berkelompok.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.