Emas Melanjutkan Kenaikan di Atas US$4.400 setelah IHK AS sesuai Ekspektasi

Emas Melanjutkan Kenaikan di Atas US$4.400 setelah IHK AS sesuai Ekspektasi
  • Emas melanjutkan kenaikan di atas US$4.400 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi.
  • Harga minyak yang tinggi di tengah ketidakpastian atas pembukaan kembali Selat Hormuz membuat risiko inflasi tetap menjadi fokus.
  • Prospek teknis tetap bullish, meskipun RSI mendekati wilayah jenuh beli.

Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan di atas US$4.400 pada hari Rabu saat para pedagang mencerna data inflasi AS, yang secara umum sejalan dengan ekspektasi. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.429, naik 1,38% pada hari ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) utama naik 0,1% pada bulan Juli setelah turun 0,4% pada bulan Juni, sementara tingkat tahunan melandai ke 3,4% dari 3,5%. IHK naik 0,2% MoM setelah tetap datar, dengan tingkat tahunan melambat ke 2,5% dari 2,6%.

Menyusul data tersebut, Dolar AS (USD) dan imbal hasil Treasury AS berada di bawah tekanan, sehingga mendukung logam mulia. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 99,70, turun 0,10% pada hari ini. Imbal hasil Treasury turun di seluruh kurva, dengan imbal hasil 2 tahun turun empat basis poin dari pembukaan harian dan saat ini diperdagangkan di sekitar 4,180%

Dengan inflasi yang masih berada di atas target 2% Federal Reserve (The Fed) dan harga Minyak yang lebih tinggi menambah risiko kenaikan, laporan IHK hanya sedikit mengubah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter restriktif. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September turun menjadi sekitar 38% dari 44% sebelum rilis, menurut CME FedWatch Tool.

Kenaikan Emas Menguat saat Ekspektasi Kenaikan The Fed Memudar dan Tema Stagflasi Mendapat Daya Tarik

Menurut TD Securities, "logam-logam mulia mempertahankan kenaikan" karena rilis IHK AS terbaru "hanya sedikit untuk memicu kembali penetapan harga kenaikan The Fed," dengan pergerakan harga terbaru menegaskan bahwa "pasar emas semakin tidak memprakirakan kenaikan." Bank tersebut mencatat bahwa "untuk saat ini, dana diskresioner makro, arus ETF, dan permintaan bank sentral semuanya telah meningkat secara material setelah FOMC dan telah semakin berani setelah pelemahan terbaru dalam data ekonomi." TD Securities menambahkan bahwa "dengan logam kuning reli seiring dengan kenaikan kembali harga energi, dan selama Ketua The Fed Warsh diprakirakan akan mengabaikan harga energi yang lebih tinggi, tema stagflasi akan terus mendapatkan momentum."

Analisis teknis: XAU/USD Mendekati SMA 200-Hari

XAU/USD melanjutkan kenaikannya di atas Simple Moving Average (SMA) 50-hari dan diperdagangkan tepat di atas SMA 100-hari, menjaga bias jangka pendek tetap bullish.

Pasangan mata uang ini kini mendekati SMA 200-hari di US$4.500, yang bertindak sebagai penghalang sisi atas signifikan berikutnya, sementara Relative Strength Index (RSI) di 68 mendekati wilayah jenuh beli, mengisyaratkan bahwa kenaikan terbaru kuat tetapi bisa rentan terhadap konsolidasi.

Average Directional Index (ADX) di 30 menunjukkan pasar yang cukup terarah, memperkuat gagasan fase bullish yang berkelanjutan selama harga tetap berada di atas rata-rata jangka pendek dan menengah.

Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di SMA 100-hari di dekat US$4.388, dengan batas yang lebih dalam di SMA 50-hari di sekitar US$4.148, di mana para pembeli diprakirakan akan kembali muncul pada pullback korektif. Lebih jauh di bawah, dasar yang lebih struktural berada di garis support horizontal di US$4.000.

Pada sisi atas, SMA 200-hari di US$4.500 adalah level resistance utama yang perlu direbut kembali oleh para pembeli untuk melanjutkan tren naik, dan kegagalan menembus penghalang ini kemungkinan akan membuat harga terus berkonsolidasi di atas batas support Moving Average terdekat.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)