Fed baru saja menyelesaikan kenaikan suku bunga terbarunya, dan Wall Street sudah mengajukan pertanyaan berikutnya: Kapan akan naik lagi?
Jawabannya semakin menarik — dan semakin terbelah.
Goldman Sachs telah berubah lebih hawkish, kini mengharapkan Fed memberikan kenaikan 25 basis poin lagi pada Oktober, setelah sebelumnya melihat September sebagai langkah sekali jadi. Goldman percaya panduan terbaru Fed menunjukkan kembalinya ke target inflasi 2% yang lebih cepat.
Bank of America juga berada di sisi hawkish, mengharapkan kenaikan lagi pada Oktober dan Desember. Sementara itu, Société Générale melihat jalur pengetatan yang berpotensi lebih panjang, dengan kenaikan lagi pada Desember dan langkah lebih lanjut pada Maret 2027.
Namun tidak semua orang terburu-buru memperkirakan kenaikan Oktober.

JPMorgan memperkirakan kenaikan berikutnya datang pada Desember, sementara beberapa analis berpikir Fed bisa berhenti pada Oktober dan menunggu lebih banyak data inflasi dan pasar tenaga kerja.
Dan di situlah ceritanya menjadi menarik.
Fed telah menaikkan suku bunga ke 3,75%–4,00%, tetapi para pembuat kebijakan masih mengisyaratkan bahwa kenaikan lain mungkin diperlukan tahun ini. Pada saat yang sama, pasar berusaha mencari tahu apakah ini awal dari siklus pengetatan yang sesungguhnya — atau sekadar beberapa langkah tambahan untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Bagi trader, kalender tiba-tiba menjadi sangat penting.
Oktober bisa menjadi ujian besar berikutnya. Desember bisa menjadi pemicu berikutnya.
Dan jika inflasi menolak mendingin, Fed mungkin memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Cerita kenaikan suku bunga jelas belum berakhir. Wall Street sudah mulai memasang taruhannya pada langkah berikutnya.
