Pemilu paruh waktu AS berlangsung hari ini, 3 November. Di balik berita politik, trader mencermati satu pertanyaan kunci: bisakah hasilnya mengubah prospek dolar AS dan emas?
Isu utamanya adalah belanja pemerintah. Hasil pemilu yang berbeda bisa mempengaruhi seberapa mudah pemerintahan Trump meloloskan kebijakannya, seberapa besar pemerintah berutang, dan ke mana imbal hasil Treasury bergerak.

Apa yang Dicermati Institusi?
T. Rowe Price melihat pemerintahan yang terbelah berpotensi mendukung dolar AS dan negatif bagi logam mulia, karena dapat mengurangi kemungkinan perubahan kebijakan besar.
World Gold Council mengambil sudut pandang berbeda. Mereka percaya bahwa gesekan politik yang lebih besar, ketidakpastian kebijakan fiskal AS, dan kemungkinan perubahan regulasi AI dapat mendukung emas.
Sementara itu, UBS memperkirakan pemilu akan berdampak terbatas pada arah pasar secara keseluruhan. Mereka melihat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga sebagai pendorong yang lebih penting.
Apa yang Perlu Dicermati Trader?
Reaksi pertama mungkin datang dari dolar AS dan imbal hasil Treasury saat hasil pemilu muncul.
Bagi trader USD, imbal hasil Treasury yang lebih kuat dapat memberikan dukungan bagi dolar, sementara imbal hasil yang turun dapat menambah tekanan jual.
Bagi trader emas, hubungannya sering bekerja ke arah sebaliknya: dolar yang lebih lemah dan imbal hasil yang lebih rendah dapat membuat emas lebih menarik, sementara dolar yang lebih kuat dan imbal hasil yang naik dapat membebani harga.
Pemilu bisa menentukan nada, tetapi imbal hasil Treasury dan dolar akan membantu menunjukkan apakah pergerakan ini punya daya tahan.


