Minyak kembali bergerak naik, dengan WTI mendekati 100 Dolar per barel dan Brent diperdagangkan di sekitar 111 Dolar.

Pergerakan terbaru terjadi setelah serangan baru di Arab Saudi memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan. Persediaan minyak mentah AS juga turun 3,06 juta barel pekan lalu, menambah tekanan kenaikan harga.
Namun setelah reli sekuat ini, pasar mulai terlihat sedikit berbeda.
Brent sudah naik sekitar 18% dalam dua pekan terakhir, sementara WTI naik sekitar 15%. Momentum masih bullish, tapi beberapa sinyal teknikal menunjukkan reli mulai kehilangan tenaga.
Itu membuat perhatian tertuju pada level harga berikutnya.
WTI: 100 Dolar Adalah Ujian Pertama
WTI kini sudah mendekati level 100 Dolar. Penembusan di atasnya bisa membawa 102,50 Dolar ke dalam permainan, dengan 110 Dolar menjadi level berikutnya jika pergerakan mengumpulkan momentum.
Brent menghadapi ujian serupa di sekitar 113 Dolar. Penembusan jelas di sana bisa membuka jalan menuju 120 Dolar.
Namun jika level tersebut terus bertahan, reli terbaru bisa berhenti sejenak.
Kekhawatiran pasokan → harga minyak naik
WTI di atas 100 Dolar → 102,50 Dolar berikutnya
Brent di atas 113 Dolar → 120 Dolar masuk dalam pandangan
Resistensi bertahan → risiko koreksi meningkat
WTI di sekitar 100 Dolar dan Brent di sekitar 113 Dolar adalah level yang perlu dicermati.

