Bitcoin kembali naik di atas $80.000, sempat mencapai sekitar $81.000 setelah naik lebih dari 5% dalam 24 jam. Pemulihan ini terjadi seiring melemahnya dolar AS.

Gerakan mata uang utama berasal dari Jepang. USD/JPY turun mendekati 155,4 karena yen menguat tajam seiring meningkatnya spekulasi intervensi Jepang dan harapan kenaikan suku bunga BOJ akhir bulan ini.

Dolar yang lebih lemah memberikan dorongan bagi Bitcoin. DXY turun mendekati 99, sementara imbal hasil AS yang lebih rendah dan penurunan ekspektasi kenaikan ketat Fed juga memperbaiki sentimen terhadap aset berisiko.
Kebijakan BOJ kini menjadi bagian penting dari cerita pasar kripto. Pasar mengantisipasi probabilitas tinggi kenaikan suku bunga 25 basis poin pada 18 September, memicu kekhawatiran tentang potensi pembatalan perdagangan carry berbasis yen.
Pemulihan Bitcoin juga didukung oleh harapan Fed yang lebih lunak. Gubernur Fed Christopher Waller telah menandakan bahwa ia bisa mendukung tetap menjaga suku bunga tanpa perubahan jika inflasi terus mereda, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga September turun.
Uji besar selanjutnya adalah data ketenagakerjaan AS. Laporan pekerjaan yang lemah bisa menambah tekanan pada dolar dan mendukung Bitcoin, sementara data yang kuat bisa menaikkan imbal hasil dan membangkitkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.
Bagi pedagang BTCUSD, $80.000 kini menjadi level penting untuk diwaspadai. Tetap berada di atas level tersebut dapat menjaga pemulihan berlangsung, sementara kekuatan dolar yang kembali muncul bisa cepat menekan Bitcoin.
.jpg)