VG Markets Unduh

Brent: Prospek Kisaran Perdagangan Terkait Perang – BBH

Brent: Prospek Kisaran Perdagangan Terkait Perang – BBH

Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) mencatat bahwa minyak mentah Brent telah reli di atas US$91 karena kebuntuan terkait Selat Hormuz antara AS–Iran terus berlanjut. Haddad berpendapat bahwa minyak mentah terus mendorong narasi perang dan memprakirakan pergerakan harga akan menentukan risiko eskalasi. BBH memproyeksikan Brent secara umum akan tetap berada dalam kisaran US$70–US$100, sementara harga minyak yang lebih tinggi juga menekan imbal hasil obligasi dan dinamika fiskal.

Minyak Mentah Mendorong Narasi Perang dan Kisaran

"Minyak mentah Brent reli ke US$91,85 per barel, level tertingginya dalam lebih dari tiga minggu, karena kebuntuan terkait Selat Hormuz antara AS–Iran terus berlanjut. Kami terus melihat harga minyak mentah mendorong narasi perang, dengan pergerakan harga kemungkinan menentukan laju eskalasi dan de-eskalasi. Kondisi ini seharusnya menjaga Brent tetap berada dalam kisaran luas US$70–US$100."

"Sebaliknya, kenaikan kembali harga minyak mentah mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan memperburuk dinamika fiskal yang sudah rapuh. Pasar saham melemah, sementara USD pulih dari pelemahan kemarin. Risiko penyesuaian ulang yang lebih dovish terhadap prospek kebijakan The Fed akan membuat rebound USD tetap terbatas dan berumur pendek."

"Hal ini membuat sebagian pihak berpendapat bahwa Dolar AS semakin rentan terhadap koreksi pasar ekuitas karena investor asing melepas kepemilikan saham AS mereka. Kami tidak sependapat. Aksi jual luas di pasar saham justru akan mendorong investor asing kembali beralih ke Treasury sebagai aset safe haven, sehingga menopang daya tarik defensif Dolar AS."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)