CPI bulan Mei naik terutama karena energi dan jasa transportasi, dan secara umum sesuai perkiraan. Harga barang inti tetap, inflasi perumahan belum menunjukkan percepatan. Reaksi pasar cukup datar karena para trader menganggap lonjakan ini sebagai kejutan minyak sementara, bukan kebangkitan inflasi secara luas.

Morgan Stanley berpendapat inflasi energi memang nyata namun tidak berkelanjutan, data perumahan mengandung distorsi statistik, dan daya tetapkan harga perusahaan masih lemah. Dengan kondisi ini, kemungkinan Fed menaikkan suku bunga sebelum Oktober sangat tipis.
PPI bulan Mei yang akan datang menjadi fokus utama pasar. Jika harga produsen menunjukkan tekanan biaya hulu mulai menjalar ke barang konsumsi, narasi "kejutan energi sementara" bisa terancam. Laporan PPI yang rendah, dengan harga inti stabil, akan memperkuat harga pasar saat ini.
Perkiraan konsensus menunjukkan PPI utama naik 0,3-0,4% dari bulan sebelumnya, dan PPI inti naik 0,2%. Kejutan ke atas dapat memaksa pasar merepricing kebijakan Fed ke arah yang lebih hawkish.
Emas: Momentum bearish mendominasi, support di sekitar 4.100 USD

source:tradingview
Emas turun 3,6% ke 4.108 USD per ons, tertekan oleh kenaikan imbal hasil riil. Grafik harian mengkonfirmasi momentum bearish yang luas.
Level support pivot utama meliputi S1 di 4.070,99 USD dan S2 di 4.043,94 USD. Emas telah menembus dengan tegas di bawah level 4.200 USD, menunjukkan tekanan bearish yang terus berlanjut. Zona 4.100-4.160 USD sekarang menjadi support utama.
Dengan harga turun hampir 15% sejak pertengahan April, kenaikan jangka pendek masih mungkin terjadi. Namun, prospek jangka menengah masih dalam fase pencarian dasar karena pasar mulai memperhitungkan pemotongan suku bunga dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan.
Minyak mentah: Penutupan selat memicu rally moderat, sinyal teknis positif

source:tradingview
Pada hari Rabu, Iran secara resmi menutup Selat Hormuz dan memperingatkan kapal tentang kemungkinan aksi militer. Minyak WTI naik 2% menjadi 90,03 USD per barel, sementara minyak Brent ditutup di 93,10 USD. Reaksi pasar cukup datar karena pasar sedang bertaruh pada dua asumsi kunci: penutupan tidak akan berlangsung lama dan langkah Iran adalah tekanan taktis, bukan eskalasi perang skala penuh. Penutupan yang berlangsung lebih dari dua minggu dapat mendorong WTI kembali ke 100 USD.
Menurut indikator teknis WTI, semua osilator menunjukkan sinyal positif: MACD, Stochastic, dan Ultimate Oscillator semuanya mencerminkan momentum naik. Level resistensi pivot utama meliputi R1 di 92,75 USD dan R2 di 93,15 USD.
Persimpangan pasar
Keseimbangan pasar saat ini bertumpu pada dua asumsi: lonjakan CPI bersifat sementara dan penutupan Selat Hormuz akan berlangsung singkat. Data PPI akan menguji premis pertama. Jika tekanan harga hulu meluas, narasi "inflasi sementara" bisa gugur, memicu volatilitas di seluruh obligasi, mata uang, dan komoditas.
