Chris Turner dari ING mencatat bahwa Dolar AS (USD) mendapat dukungan dari kenaikan harga energi yang mendorong ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut, dengan pasar memprakirakan tambahan kenaikan suku bunga dari European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). Meskipun ING tidak memprakirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pekan depan, Turner memperingatkan bahwa melawan tren saat ini merupakan langkah berisiko dan melihat Indeks Dolar AS (DXY) berpotensi menembus level tertinggi Juni di 101,80.
Kredibilitas The Fed dan Dukungan dari Kenaikan Harga Energi
“Dolar terus menunjukkan kinerja yang kuat karena tingginya harga energi meningkatkan ekspektasi terhadap respons bank sentral.”
“Presiden ECB Christine Lagarde kemarin memberikan sinyal yang cukup jelas bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga pada September. Pasar kini memperhitungkan pengetatan tambahan sebesar 75 basis poin dari ECB dan Bank of England. Ekspektasi tersebut tampak berlebihan, tetapi sulit untuk dilawan kecuali harga energi segera turun tajam.”
“Yang terpenting, setelah pertemuan FOMC bulan Juni, pasar meyakini bahwa Federal Reserve juga harus merespons. Sejak pertemuan tersebut, suku bunga swap riil Dolar AS bertenor dua tahun telah naik 30 basis poin karena investor memercayai satu-satunya pesan yang terus disampaikan The Fed, yakni perlunya memulihkan kredibilitas dalam memerangi inflasi.”
“Agenda data AS hari ini relatif ringan, hanya mencakup rilis PMI S&P Global bulan Juli dan Penjualan Rumah Baru. Namun, dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran, investor diprakirakan akan mempertahankan posisi beli Dolar hingga akhir pekan. DXY kini tidak jauh dari level tertinggi Juni di 101,80 dan penembusan ke atas tidak dapat dikesampingkan.”
“Meskipun kami tidak memprakirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pekan depan, melawan tren ini tetap sangat berisiko. Seperti yang telah kami sampaikan sepanjang pekan, kami memprakirakan Dolar akan terus menunjukkan kinerja yang lebih kuat.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari selengkapnya.)
