Ekonom DBS Group Research, Philip Wee, menyoroti bahwa data inflasi AS yang akan dirilis berpotensi menguji pandangan pasar yang mendukung penguatan Dolar AS di tengah prospek kebijakan moneter yang lebih ketat. Ia mencatat bahwa Presiden The Fed New York, John Williams, mendukung satu kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir 2026, tetapi mempertanyakan perlunya pengetatan lebih lanjut pada 2027. Wee menekankan bahwa inflasi inti dan tren penurunan inflasi secara keseluruhan akan lebih menentukan pergerakan Dolar AS dibandingkan inflasi umum.
Inflasi Inti AS Diprakirakan Menentukan Arah Dolar AS
"Presiden The Fed New York, John Williams, mendukung satu kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir 2026, tetapi enggan mendukung ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter lebih lanjut pada 2027."
"Menjelang rilis data IHK AS hari ini, Williams mengingatkan pasar bahwa kebijakan The Fed tetap bergantung pada perkembangan data secara keseluruhan (data dependent), bukan pada satu angka tertentu (data-point dependent). Keputusan kebijakan moneter akan mengacu pada tren inflasi yang mendasarinya selama satu hingga dua tahun ke depan, bukan pada hasil satu rilis data saja."
"Dengan demikian, penilaian terhadap laporan IHK AS hari ini seharusnya tidak terlalu bertumpu pada perkiraan kenaikan inflasi umum bulanan menjadi 0,6% pada September dari 0,4% pada Agustus, melainkan lebih pada proyeksi perlambatan inflasi inti menjadi 0,2% dari 0,3%."
"Perbedaan ini penting bagi Dolar AS, mengingat penguatannya sejak kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September sangat bergantung pada ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
