- DJIA diperdagangkan di dekat 53.400, sekitar 2,5% di bawah rekor 5 Agustus.
- Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember turun menjadi 67%, dari sepenuhnya diprakirakan pada 10 Agustus.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 30 tahun mendekati 5,3%, tertinggi sejak Juni 2007.
Kenaikan suku bunga seperempat poin Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember tidak lagi menjadi kepastian selama delapan hari terakhir, dan Dow Jones Industrial Average turun karenanya. Spot diperdagangkan di dekat 53.400 pada hari Selasa, turun sekitar 105 poin pada sesi ini dan sekitar 2,5% di bawah rekor yang sedikit di bawah 54.750 yang ditetapkan pada 5 Agustus. Sembilan sesi kini telah berlalu tanpa rekor tertinggi baru.
Kelegaan yang Tak Bisa Dimanfaatkan Pasar
Probabilitas pertemuan bersyarat menempatkan peluang penahanan suku bunga di 65,4% untuk 16 September dan 52,4% untuk 28 Oktober, dengan penahanan suku bunga 9 Desember di 33%. Pada 10 Agustus, pertemuan Desember yang sama menilai kenaikan suku bunga sebagai sebuah kepastian, sehingga sekitar sepertiga dari pengetatan terminal telah keluar dari perhitungan dalam satu setengah minggu.
Pasar ekuitas yang menghabiskan musim panas dengan mengeluhkan seorang ketua yang diangkat untuk memangkas suku bunga dan justru menahan suku bunga telah menerima hasil yang dimintanya. Pasar merespons dengan terus melemah selama sembilan sesi sejak rekor tersebut, yang merupakan cara pasar mengatakan bahwa obligasi bertenor pendek tidak lagi menjadi penentu suku bunga diskonto.
Apa yang Sebenarnya Diperhitungkan oleh Obligasi Jangka Panjang
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 30 tahun diperdagangkan di sekitar 5,3%, level tertinggi sejak Juni 2007, dan level itu tercapai ketika pasar justru menghapus prakiraan pengetatan The Fed, bukan menambahkannya. Dua fakta itu tidak mungkin sama-sama menjadi cerita kebijakan. Yang melebar adalah konteks premium, kompensasi yang diminta investor karena memegang risiko durasi, dan itu penyesuaian harga, bukan prakiraan.
Perbedaan ini adalah inti dari argumen untuk indeks yang dinilai berdasarkan arus kas jangka panjang. Kenaikan suku bunga yang tak pernah terjadi menurunkan imbal hasil obligasi bertenor pendek dan tidak berpengaruh pada tingkat yang diterapkan pada laba satu dekade ke depan. Imbal hasil bertenor 10 tahun Jepang di level tertinggi tiga dekade, imbal hasil 30 tahun Jerman di level terkuat sejak 2011 dan imbal hasil 30 tahun Prancis di level-level yang tak terlihat sejak 2008 menegaskan bahwa ini bukan hanya terjadi di Amerika.
Harga Tumah Terpengaruh dari Kurva Imbal Hasil yang Salah
Izin pendirian bangunan bulan Juli mencapai 1,443 juta dibandingkan konsensus 1,37 juta, sementara perumahan baru tercatat 1,239 juta dibandingkan prakiraan 1,35 juta dan 1,415 juta sebelumnya. Izin adalah dokumen, sedangkan perumahan baru adalah beton, jadi lebih baik dari prakiraan pada satu sisi dan meleset dari prakiraan lebih dari 8% pada sisi lainnya menunjukkan para pembangun membeli opsi yang tidak berniat mereka gunakan.
Penjualan rumah tertunda turun 2,3% pada bulan Juli, padahal diprakirakan naik 0,3%, penurunan kedua berturut-turut. suku bunga hipotek 30-tahun ditentukan dari obligasi tenor Panjang, bukan suku bunga Fed, sehingga sudut ekonomi yang paling sensitif terhadap suku bunga sama sekali tidak mendapat apa-apa dari pasar untuk tidak memprakirakan kenaikan suku bunga The Fed.
Home Depot (HD) naik sekitar 1% setelah pendapatan kuartal II mengalahkan prakiraan, dan berdasarkan bobot berbasis harga, kenaikan tunggal saham ini menahan penurunan sesi perdagangan menjadi hanya seperlima persen. Indeks ini ditopang oleh peritel perumahan pada sore yang sama ketika data perumahan dirilis.
Washington Ancam Jalur Diplomati
Minyak Mentah diperdagangkan di atas level US$85,00 setelah naik hampir 1% pada hari Selasa dan sebelumnya naik pada hari Senin, dan jalur diplomatik yang dimaksudkan untuk membatasinya kini secara resmi tertutup. Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada perundingan dengan Iran yang sedang berlangsung dan tidak ada yang dijadwalkan, serta blokade laut tetap berlaku sepenuhnya.
Sehari sebelumnya ia mengancam akan menyerang Oman jika negara itu menghalangi upaya Amerika, yang secara langsung ditujukan pada satu-satunya jalur yang masih terbuka antara Washington dan Teheran. Harga energi yang tak bisa diprakirakan yang berada di atas jalur pelayaran yang tak bisa diasuransikan adalah persis jenis risiko yang membuat para pemegang obligasi tenor jangka panjang menuntut premi waktu
Apa yang Tersisa Pekan Ini
Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dari pertemuan 28-29 Juli akan dirilis pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB) dan menjadi peristiwa penting pertama pekan ini. Tiga presiden bank reserve menyatakan perbedaan pendapat dan mendukung kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan itu, dan pasar telah menghabiskan tiga pekan sejak itu untuk menghapus prakiraan kenaikan suku bunga
Kamis akan menghadirkan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dengan konsensus 210 ribu dan sebelumnya 209 ribu, bersamaan dengan survei manufaktur The Fed Philadelphia yang diprakirakan turun setengah menjadi 25 dari 41,4. Data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) bulan Agustus pada hari Jumat menutup pekan ini, dengan manufaktur diprakirakan di 53,8 dari 53,9 dan jasa di 54 dari 54,6.
Level-Level Dow Jones Industrial Average
Resistance: Area 53.500 menjadi batas pertama, dengan level 53.800 yang membingkai seluruh pekan lalu di atasnya, lalu 54.000 dan rekor yang sedikit di bawah 54.750.
Support: Area 53.250 adalah garis terdekat, dan jika ditembus akan mengekspos 53.000, dengan Exponential Moving Average (EMA) 50-hari yang miring ke atas tepat di atas 52.400 berada di bawahnya.
Bias: Bearish. Sembilan sesi tanpa tertinggi baru, Stochastic Relative Strength Index (Stoch RSI) harian di dekat 75 yang naik ke puncak kisarannya sementara harga gagal mengonfirmasi, dan obligasi tenor panjang masih terus dijual mengindikasikan penurunan. Tidak valid jika terjadi penutupan harian kembali di atas 53.800.
Grafik Harian Dow Jones

Pertanyaan Umum Seputar Dow Jones
Dow Jones Industrial Average, salah satu indeks pasar saham tertua di dunia, disusun dari 30 saham yang paling banyak diperdagangkan di AS. Indeks ini dibobot berdasarkan harga, bukan berdasarkan kapitalisasi. Indeks ini dihitung dengan menjumlahkan harga saham-saham penyusunnya dan membaginya dengan faktor, yang saat ini adalah 0,152. Indeks ini didirikan oleh Charles Dow, yang juga mendirikan Wall Street Journal. Pada tahun-tahun berikutnya, indeks ini dikritik karena tidak cukup mewakili secara luas karena hanya melacak 30 konglomerat, tidak seperti indeks yang lebih luas seperti S&P 500.
Banyak faktor yang mendorong Dow Jones Industrial Average (DJIA). Kinerja agregat perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan laba perusahaan triwulanan adalah yang utama. Data ekonomi makro AS dan global juga berkontribusi karena berdampak pada sentimen investor. Tingkat suku bunga, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed), juga memengaruhi DJIA karena memengaruhi biaya kredit, yang sangat diandalkan oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi pendorong utama serta metrik lain yang memengaruhi keputusan The Fed.
Teori Dow adalah metode untuk mengidentifikasi tren utama pasar saham yang dikembangkan oleh Charles Dow. Langkah kuncinya adalah membandingkan arah Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA) dan hanya mengikuti tren saat keduanya bergerak ke arah yang sama. Volume adalah kriteria konfirmasi. Teori ini menggunakan elemen analisis puncak dan palung. Teori Dow mengemukakan tiga fase tren: akumulasi, saat uang pintar mulai membeli atau menjual; partisipasi publik, saat masyarakat luas ikut serta; dan distribusi, saat uang pintar keluar.
Ada sejumlah cara untuk memperdagangkan DJIA. Salah satunya adalah dengan menggunakan ETF yang memungkinkan investor memperdagangkan DJIA sebagai sekuritas tunggal, daripada harus membeli saham di semua 30 perusahaan konstituen. Contoh utama adalah SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA). Kontrak berjangka DJIA memungkinkan para pedagang untuk berspekulasi terhadap nilai indeks di masa mendatang dan Opsi memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual indeks pada harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Reksa dana memungkinkan para investor untuk membeli saham dari portofolio saham DJIA yang terdiversifikasi sehingga memberikan eksposur terhadap indeks keseluruhan.
