Emas (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar $4.200 per troy ounce pada sesi Eropa hari Senin, stabil setelah penurunan tiga hari ke level terendah satu minggu. Meskipun mendapat sedikit dukungan dari turunnya harga minyak, penguatan dolar AS yang didorong ekspektasi hawkish The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik membatasi pemulihan emas.
Iran menutup Selat Hormuz — lagi
Situasi geopolitik memburuk pada akhir pekan. Iran menuduh AS dan Israel melanggar gencatan senjata dan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan di Lebanon.
Presiden Trump juga mengancam aksi militer baru jika Hezbollah melanjutkan serangan ke Israel.
Hal ini menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan mendukung permintaan USD sebagai safe haven, sekaligus membatasi kenaikan emas.
Sikap hawkish The Fed menjadi tekanan utama
Faktor utama yang menekan emas adalah kebijakan The Fed. Pasar kini memperkirakan hampir 90% kemungkinan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun menurut CME FedWatch — perubahan besar dari pertemuan FOMC terbaru.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan fokus pada stabilitas harga dan tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
Untuk emas, yang tidak memberikan yield, kenaikan suku bunga berarti USD lebih kuat dan opportunity cost lebih tinggi.
Analisis teknikal: tekanan bearish masih dominan
- Gagal menembus EMA 200 hari di $4.334 (kini resistance)
- RSI di area 30-an rendah
- MACD masih negatif
Selama belum menutup di atas $4.334 secara jelas, setiap kenaikan cenderung dijual.
Kesimpulan untuk trader Asia Tenggara
Emas berada dalam tekanan antara safe haven dan kebijakan The Fed.
Perhatikan:
- Perkembangan berita AS–Iran
- Komentar pejabat The Fed
Strategi lebih aman adalah menunggu konfirmasi breakout di atas $4.334 sebelum membuka posisi buy.
