Tim komoditas ING mencatat bahwa Emas dan Perak melanjutkan penguatannya, didorong oleh aksi buy on dip serta kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. Mereka menyoroti Emas yang kembali diperdagangkan di atas level $4.000/ons dan Perak yang mendekati $60/ons, ditopang oleh aliran dana safe-haven serta membaiknya sentimen pada sektor logam industri. ING memprakirakan Emas akan tetap sensitif terhadap dinamika pasar energi dan arah kebijakan moneter AS, sementara Perak berpotensi mengungguli jika tren positif industri terus berlanjut.
Logam Mulia Terangkat Aksi Buy on Dip
"Emas dan perak memperpanjang kenaikannya, ditopang oleh aksi bargain hunting pasca-pelemahan sebelumnya, sementara investor terus mengkaji risiko geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang masih tersisa bahwa lonjakan harga energi dapat menambah tekanan inflasi, sehingga menyulitkan langkah Federal Reserve menuju pemangkasan suku bunga."
"Emas kembali merangkak naik ke atas level $4.000/ons, sementara perak mencatatkan kinerja lebih unggul dengan diperdagangkan mendekati kisaran $60/ons. Performa perak tidak hanya mencerminkan daya tariknya sebagai aset safe-haven, tetapi juga ditopang oleh membaiknya sentimen di seluruh kompleks logam industri, khususnya tembaga."
"Pemulihan ini tampaknya lebih didorong oleh minat beli baru menyusul fase konsolidasi, ketimbang pergeseran signifikan pada kondisi geopolitik atau makroekonomi. Meski ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi penopang bagi logam mulia, pasar saat ini sedang menimbang antara rilis data ekonomi AS yang melandai dan risiko inflasi akibat tingginya biaya energi."
"Emas kemungkinan akan tetap sensitif terhadap perkembangan di pasar energi serta ekspektasi kebijakan moneter AS. Sementara itu, perak berpotensi melanjutkan kinerja unggulnya jika penguatan pada logam industri terus bertahan seiring tingginya permintaan aset safe-haven."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
