Emas sempat melesat ke 4.696,18 Dolar/ons, level tertinggi sejak pertengahan Mei, didorong oleh penurunan harga minyak dan upaya menahan kenaikan imbal hasil Treasury AS jangka panjang.
Namun reli cepat berbalik setelah Ketua Fed Kevin Warsh menyampaikan nada hawkish di Jackson Hole, menegaskan bahwa inflasi masih jauh di atas target 2% Fed.
Pasar kemudian menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga September ke sekitar 60%, mendorong imbal hasil Treasury AS dan dolar naik.
Emas spot turun 2,9% ke 4.567,23 Dolar, sementara perak merosot 3,5%. Indeks Dolar AS menguat 0,61%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing naik ke 4,36%, 4,73%, dan 5,22%.
Pesan bagi trader emas jelas: ekspektasi Fed tetap menjadi pendorong utama.
Jika inflasi tetap lengket dan imbal hasil terus naik, emas bisa menghadapi tekanan lebih lanjut. Namun jika inflasi kembali melandai, ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed bisa cepat pulih dan memberikan dukungan bagi logam mulia.
.jpg)