Geoff Yu dari BNY menyoroti peringatan Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde, bahwa model pertumbuhan Eropa pascaperang mulai terkikis di tengah fragmentasi perdagangan global dan berkurangnya manfaat dari energi murah. Lagarde menilai ketahanan kawasan Euro kini semakin bergantung pada permintaan domestik, yang menjadi penopang pertumbuhan pada 2025 dan ekspansi pada Kuartal II 2026. Ia juga menekankan pentingnya memperdalam Pasar Tunggal dan integrasi pasar modal, ketika investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) masih terhambat oleh regulasi serta sistem pembiayaan yang terfragmentasi.
Lagarde Mengalihkan Fokus ke Permintaan
"Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde, mengatakan model pertumbuhan Eropa pascaperang sedang terkikis seiring terfragmentasinya perdagangan global, menghilangnya energi murah, dan risiko geopolitik yang membentuk ulang keputusan investasi."
“Ia berpendapat bahwa ketahanan kawasan Euro semakin bergantung pada permintaan domestik, yang menjadi pendorong seluruh pertumbuhan sebesar 1,5% pada tahun lalu dan kembali memberikan kontribusi positif terhadap ekspansi 0,4% q/q pada Kuartal II 2026.”
"Tantangan kebijakannya adalah mengubah ketahanan itu menjadi produktivitas jangka panjang yang lebih tinggi dengan memperdalam Pasar Tunggal dan mengintegrasikan pasar modal."
"Lagarde menyoroti AI sebagai ujian utama, dengan mencatat bahwa perusahaan-perusahaan di kawasan euro memprakirakan sekitar 9% investasi akan dialokasikan ke AI tahun ini, tetapi regulasi dan pembiayaan yang terfragmentasi masih menghalangi perusahaan untuk berkembang."
"Pesannya adalah bahwa Eropa harus mengubah ukuran pasar menjadi skala, investasi, dan produktivitas."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
