Mata uang Asia bergerak campur aduk saat pasar mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September menjadi sekitar 35%, yang membuat dolar tetap dekat level terendah multi-bulan. Namun, Brent di atas $91 dan imbal hasil obligasi AS 10-tahun mendekati 4,72% membatasi kenaikan, karena ketegangan baru antara AS dan Iran meningkatkan risiko inflasi. Pedagang kini menantikan rilis catatan rapat The Fed dan perkembangan Selat Hormuz untuk pergerakan USD/Asia FX selanjutnya.
FX Asia Campur Aduk Saat Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed Menurun, Minyak dan Imbal Hasil Naik
