Harga Minyak Melemah Saat Pasar Menilai Perkembangan di Timur Tengah dan Data Persediaan Minyak AS

Harga Minyak Melemah Saat Pasar Menilai Perkembangan di Timur Tengah dan Data Persediaan Minyak AS

Harga minyak turun pada perdagangan Asia hari Kamis ketika investor menilai perkembangan terbaru di Timur Tengah serta data persediaan minyak mentah Amerika Serikat setelah kenaikan tajam pada sesi sebelumnya. Brent turun 0,9% menjadi US$89,92 per barel, sedangkan WTI melemah 0,6% menjadi US$83,94 per barel pada pukul 00.50 GMT.

Pendorong Pasar

Pada sesi sebelumnya, Brent melonjak hampir 8% dan WTI naik 6,6% di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran akan menghadapi respons yang tegas menyusul perkembangan terbaru di kawasan. Pasar juga terus memantau laporan mengenai aktivitas yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan kelompok bersenjata di kawasan.

Perkembangan Regional

Pelaku pasar terus memantau laporan mengenai insiden yang memengaruhi infrastruktur energi dan aktivitas pelayaran di Timur Tengah.

Perkembangan terbaru mencakup laporan mengenai insiden yang melibatkan kapal gas di dekat Mesir, situasi keamanan di Selat Bab el-Mandeb, serta lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.

Data Persediaan

Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel pada pekan lalu, lebih besar dari perkiraan pasar dan menjadi level terendah sejak 2018.

Prospek

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah, aktivitas pelayaran melalui jalur maritim utama, serta data pasokan berikutnya karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasokan minyak global dan pergerakan harga minyak.

Sumber: EIA; Reuters.