Ekonom DBS Group Research, Radhika Rao dan Chua Han Teng, menyoroti bahwa ekonomi ASEAN-6 mengalami hasil inflasi yang asimetris meskipun mengalami guncangan energi yang sama. Indonesia dan Malaysia menunjukkan inflasi yang relatif terkendali, sementara Thailand, Vietnam, dan Filipina menghadapi angka yang lebih tinggi. Kenaikan WPI/IHP menunjukkan tekanan sedang berkembang, dengan para pengambil kebijakan diprakirakan akan tetap waspada dan beberapa bank sentral, termasuk Indonesia, Filipina, dan Vietnam, kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Prospek Inflasi yang Berbeda dan Pengetatan Kebijakan
"Meskipun ekonomi ASEAN-6 menghadapi guncangan energi yang sama, hasil inflasi mereka bersifat asimetris. Di sisi yang lebih ringan, inflasi di Indonesia dan Malaysia tetap terkendali di masing-masing 2,4% YoY dan 1,9% YoY, pada bulan April, sementara di sisi yang lebih tinggi, inflasi Thailand, Vietnam, dan Filipina melonjak menjadi 2,9%, 5,5%, dan 7,2%. Namun, stabilitas harga muncul dengan konsekuensi."
"Kenaikan WPI/IHP menandakan tekanan sedang berkembang pada pengukur harga ritel, karena bisnis tidak akan mampu menyerap sepenuhnya kenaikan biaya input saat persediaan menipis. Meskipun WPI/IHP bukan target kebijakan resmi, para pengambil kebijakan kemungkinan akan tetap memerhatikan tekanan yang berkembang yang pada akhirnya dapat memengaruhi inflasi ritel dan membentuk ekspektasi inflasi."
"Jika ketegangan geopolitik berlanjut, kami melihat Filipina, Thailand, dan Vietnam paling rentan terhadap tekanan harga, sementara inflasi di Indonesia dan Malaysia juga akan meningkat tetapi dengan laju yang moderat."
"Selain hasil inflasi, stabilitas mata uang dan pasar keuangan juga akan memandu keputusan dan waktu kebijakan moneter. BI menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bp) lebih dari yang diprakirakan menjadi 5,25% pada hari Rabu, mengikuti langkah BSP pada bulan April dan pergeseran MAS Singapura untuk menormalkan parameter Valas-nya. Kami memprakirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Indonesia dan Filipina, dengan Vietnam berikutnya yang akan menaikkan suku bunga."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)
