Inflasi Iran pada Juli mencapai 66%, sementara harga pangan melonjak 128%, karena kerusakan akibat perang, gangguan perdagangan, dan penurunan pendapatan minyak semakin memperburuk tekanan ekonomi. Dengan Washington mengancam akan menerapkan langkah-langkah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, trader perlu mencermati ekspor minyak Iran dan Selat Hormuz. Tekanan yang lebih ketat dapat meningkatkan premi risiko geopolitik minyak mentah sekaligus menambah tekanan terhadap nilai tukar rial dan aset-aset regional.
Iran Hadapi Tekanan Ekonomi yang Makin Dalam saat AS Ancam Meningkatkan Tekanan
