Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Saat Pelemahan Dolar Diimbangi Kekhawatiran Geopolitik

Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Saat Pelemahan Dolar Diimbangi Kekhawatiran Geopolitik

Mata uang Asia diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit pada Kamis karena pelemahan dolar Amerika Serikat memberikan dukungan, sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus membatasi sentimen pasar.

Indeks Dolar AS bertahan di sekitar 100,5, mendekati level terendah dalam satu bulan setelah turun hampir 0,8% selama dua sesi sebelumnya menyusul data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Faktor utama pasar

Pelaku pasar terus menyeimbangkan dampak pelemahan dolar AS dengan kekhawatiran bahwa perkembangan geopolitik dapat memengaruhi harga energi dan ekspektasi inflasi.

Pergerakan mata uang kawasan

Won Korea Selatan

USD/KRW turun sekitar 0,4% ke kisaran 1.479. Bank of Korea menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, sesuai ekspektasi pasar, dan menyatakan bahwa keputusan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan data ekonomi.

Yen Jepang

USD/JPY melemah ke sekitar 162,1. Investor terus memantau pernyataan pejabat Jepang mengenai pasar valuta asing serta pembahasan terkait Government Pension Investment Fund (GPIF).

Yuan China

Yuan diperdagangkan di sekitar 6,77 terhadap dolar AS. Deputi Gubernur People's Bank of China Zou Lan kembali menegaskan dukungan terhadap nilai tukar yuan yang fleksibel setelah pertumbuhan PDB kuartal kedua China tercatat 4,3% secara tahunan.

Agenda berikutnya

Investor akan mencermati data penjualan ritel AS, klaim pengangguran mingguan, serta perkembangan di Timur Tengah untuk menilai dampaknya terhadap pasar valuta asing dan sentimen investor.

Data pasar didasarkan pada harga valuta asing secara real time dan pernyataan publik dari Bank of Korea serta People's Bank of China. Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi.