Minyak Merosot Meski Timur Tengah Memanas, Kekhawatiran Pasokan Mulai Mereda

Minyak Merosot Meski Timur Tengah Memanas, Kekhawatiran Pasokan Mulai Mereda

Harga minyak kembali tertekan pada Jumat, dengan WTI tergelincir di bawah 82 USD dan Brent turun mendekati 88 USD. Meskipun terjadi baku tembak baru antara AS dan Iran, pasar lebih merespons sinyal bahwa ekspor minyak dari Teluk Persia mulai pulih.

Pasar kini beralih dari berita geopolitik ke arus pasokan nyata. Data pelayaran terbaru menunjukkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz meningkat, meredakan kekhawatiran bahwa jalur minyak terpenting dunia ini akan mengalami gangguan berkepanjangan.


Upaya diplomasi juga ikut memperbaiki sentimen. Arab Saudi meningkatkan komunikasi dengan mitra regional untuk memperkuat keamanan maritim, sementara laporan menunjukkan lebih banyak kargo yang tetap berjalan meskipun ketegangan militer sedang tinggi.


Meski begitu, risiko penurunan tetap terbatas. Serangan AS terbaru terhadap target militer Iran dan balasan dari Teheran menunjukkan konflik masih jauh dari selesai, artinya premi risiko geopolitik kemungkinan masih akan tetap melekat di harga minyak.


Secara teknikal, WTI sedang menguji support di sekitar 81,50 USD setelah koreksi tajam pekan ini. Jika level ini jebol, support psikologis 80,00 USD akan terbuka. Sebaliknya, pemulihan di atas 83,50 USD akan menunjukkan pembeli mulai mengambil alih kendali.


Untuk saat ini, para trader kemungkinan akan lebih mencermati aktivitas pelayaran di Selat Hormuz ketimbang berita militer. Selama ekspor minyak terus pulih, kekhawatiran pasokan bisa perlahan mereda, meskipun ketegangan geopolitik tetap tinggi.