Harga minyak berusaha stabil setelah terjun bebas pada Senin, setelah Iran menepis ekspektasi bahwa pembicaraan dengan AS akan segera terjadi.
Pejabat Iran mengatakan saat ini tidak ada negosiasi langsung dengan Washington, dan Tehran justru bekerja sama dengan Oman untuk jalur pengiriman aman sementara melalui Selat Hormuz.
Hal itu membuat pasar minyak kembali ke tarik-ulur yang sudah lazim. Harapan akan de-eskalasi menekan harga, tetapi risiko pasokan di sekitar Hormuz belum hilang.
Brent baru-baru ini turun ke sekitar 84 USD per barel, sementara WTI bergerak di sekitar 80 USD. Data terbaru AS juga menunjukkan persediaan minyak mentah turun sekitar 7,2 juta barel, menandakan permintaan fisik masih relatif kuat.

Untuk saat ini, zona 83-84 USD adalah area support kunci bagi Brent. Penembusan berkelanjutan di bawahnya dapat membuka jalan menuju 80 USD, sementara gangguan baru di sekitar Hormuz dapat dengan cepat mendorong harga kembali ke kisaran 87-90 USD.
Langkah minyak berikutnya mungkin bergantung kurang pada apa yang dikatakan Washington dan lebih pada apakah kapal tanker minyak benar-benar dapat melintas dengan aman melalui Hormuz.