Minyak WTI Pertahankan Kenaikan di Atas $102,00 dengan Gencatan Senjata AS-Iran yang Masih Rawan

Minyak WTI Pertahankan Kenaikan di Atas $102,00 dengan Gencatan Senjata AS-Iran yang Masih Rawan
  • Minyak WTI menarik diri dari level tertinggi hampir tiga minggu tetapi tetap di atas $102,00.
  • Ketidakpastian mengenai gencatan senjata AS-Iran dan blokade Hormuz mendukung harga Minyak Mentah.
  • Laporan Perubahan Stok Minyak Mentah EIA mungkin meningkatkan volatilitas harga Minyak.


Harga Minyak Mentah turun dari level tertinggi baru-baru ini pada hari Rabu tetapi tetap di atas level penting $100, dengan patokan AS West Texas Intermediate (WTI) mengonsolidasikan kenaikan di atas $102,00 pada saat berita ini ditulis, seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan pada hari Selasa bahwa AS mungkin melancarkan serangan terhadap Iran dalam dua atau tiga hari ke depan jika Teheran tidak menandatangani kesepakatan damai, dan Wakil Presiden JD Vance mengatakan bahwa AS tetap "siap tempur" untuk memulai kembali kampanye militer di Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada gilirannya, memperingatkan akan adanya "kejutan" jika AS memulai kembali aksi militer.

Sementara itu, blokade Selat Hormuz mendekati bulan ketiga, tanpa rencana untuk membukanya kembali dalam waktu dekat. Hal ini mencekik pasokan global Minyak dan komoditas-komoditas lainnya seperti gas atau pupuk.

Pada hari Selasa, sebuah laporan oleh Association of Petroleum Industries mengungkapkan penurunan bersih sebesar 9,1 juta barel dalam stok Minyak AS pada pekan yang berakhir 15 Mei, melampaui ekspektasi turun 3,4 juta barel, dan menyusul penurunan 2,18 juta barel pada pekan sebelumnya. Angka-angka ini memberikan dukungan tambahan bagi harga Minyak menjelang rilis laporan Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration (EIA) AS, yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu.