Neraca perdagangan Indonesia pada Juli mencatat surplus US$0,13 miliar, berbalik dari defisit US$0,45 miliar pada bulan sebelumnya dan lebih baik dibandingkan prakiraan pasar yang memperkirakan defisit US$0,3 miliar.
Ekspor tumbuh 6,05% secara tahunan yang lebih rendah dari sebelumnya 8,84%. Nilai ekspor kumulatif Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar.
Sementara itu, impor naik 27,02% secara tahunan, melambat dari pertumbuhan sebelumnya sebesar 34,27%. Secara kumulatif, nilai impor sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar.
Reaksi Pasar
USD/IDR berada di 17.732 yang tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap rilis data Inflasi Indonesia. Dalam basis harian, pasangan mata uang ini naik 0,20% setelah sebelumnya mencatatkan terendah hari di 17.675.
Indikator Ekonomi
Neraca Perdagangan
Neraca Perdagangan yang dirilis oleh Statistik Indonesia adalah keseimbangan antara ekspor dan impor barang dan jasa secara keseluruhan. Nilai yang positif menunjukkan surplus perdagangan, sedangkan nilai negatif menunjukkan defisit perdagangan. Jika permintaan dalam pertukaran untuk ekspor Indonesia yang stabil terlihat, Rupiah akan menerima efek positif (atau bullish), sebaliknya akan memiliki efek negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sel Sep 01, 2026 04.00
Frekuensi: Bulanan
Aktual: $0.13M
Konsensus: $-0.3M
Sebelumnya: $-0.45M
Sumber:
