Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Mei 2026 turun 3,9% tahun-ke-tahun menyusul penurunan 3,7% pada April 2026. Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2026 sebesar 223,4 dari 226,9 bulan sebelumnya. Menurut Bank Indonesia, kinerja ini ditopang oleh masih tumbuhnya penjualan pada basis tahunan dalam Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Pada basis bulanan, Penjualan ritel Indonesia bulan Mei 2026 turun 1,5%, sebuah perbaikan dari penurunan 11,6% pada bulan sebelumnya. Perbaikan ini dipengaruhi oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.
Reaksi Pasar
USD/IDR diperdagangkan di 18.127 yang tidak menunjukkan pergerakan signifikan pasca rilis data. Dalam basis harian, pasangan mata uang ini mengalami kenaikan 0,24% setelah dibuka di 18.078 Kamis ini.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjut