Persediaan Minyak Mentah AS Turun Tajam Pekan Lalu, Data API Tunjukkan Seiring Rebound Harga Minyak pada Rabu

Persediaan Minyak Mentah AS Turun Tajam Pekan Lalu, Data API Tunjukkan Seiring Rebound Harga Minyak pada Rabu

Persediaan minyak mentah AS turun sekitar 3,3 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Juli, menurut estimasi awal American Petroleum Institute (API) yang dikutip Reuters. Data tersebut secara umum dipandang pelaku pasar sebagai faktor yang mendukung harga minyak dan bertepatan dengan pemulihan harga minyak pada perdagangan Rabu.

Ringkasan data persediaan:

  1. Penurunan sebesar ini umumnya menunjukkan permintaan relatif tetap kuat dibandingkan pasokan dan dapat memberikan dukungan bagi harga minyak.
  2. Persediaan bensin naik 918.000 barel, sementara persediaan distilat meningkat 355.000 barel, mencerminkan kondisi yang lebih beragam pada produk olahan meskipun persediaan minyak mentah menurun.
  3. Data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan dirilis pada Rabu. Data EIA umumnya dianggap sebagai acuan utama dan dapat berbeda dari estimasi awal API.

Mengapa pasar memperhatikan data ini:

Penurunan persediaan terjadi bersamaan dengan laporan bahwa OPEC+ mungkin akan menunda rencana kenaikan produksi selama tiga bulan mulai Oktober, sehingga menambah faktor yang sedang dicermati pasar.

Perkembangan tersebut juga terjadi setelah harga minyak turun sekitar 15% dalam tiga hari perdagangan di tengah meredanya ketegangan AS-Iran, sebelum perkembangan baru di kawasan kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko pasokan.

Catatan mengenai keandalan data:

Data API merupakan estimasi awal dari industri, bukan data resmi pemerintah, dan dapat direvisi atau berbeda dari laporan mingguan EIA. Karena itu, pelaku pasar umumnya menggunakan data API sebagai indikator awal sebelum konfirmasi resmi dari EIA.

Bagi pelaku pasar Asia Tenggara:

Dengan data persediaan, perkembangan OPEC+, dan faktor geopolitik yang sama-sama menjadi perhatian minggu ini, harga minyak dapat tetap sensitif terhadap perkembangan berita maupun rilis data resmi.