VG Markets Unduh

Peso Meksiko Melemah saat Risiko Timur Tengah Menguatkan Dolar AS

Peso Meksiko Melemah saat Risiko Timur Tengah Menguatkan Dolar AS
  • USD/MXN merebut kembali level 17,00 meskipun data inflasi AS lebih lemah pekan lalu.
  • Ketidakpastian Timur Tengah membebani Peso saat tenggat gencatan senjata berakhir.
  • Risalah rapat Banxico dan Penjualan Ritel dapat menjadi panduan pergerakan berikutnya.

Peso Meksiko (MXN) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, dengan USD/MXN merebut kembali level 17,00, meskipun data inflasi dan Penjualan Ritel AS terbaru mengecewakan para investor. Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/MXN diperdagangkan di 17,03, mengakhiri penurunan beruntun empat harinya.

USD/MXN Menguat meskipun Data AS Lebih Lemah saat Pedagang Menunggu Risalah Rapat Banxico

Data AS pekan lalu lebih lemah dari yang diprakirakan, mendorong para investor memangkas prakiraan hawkish mereka bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan September. Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) untuk bulan Juli naik 3,4% YoY, turun dari 3,5% pada bulan Juni, sementara Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) melambat dari 5,5% menjadi 4,7% pada periode yang sama.

Kedua laporan tersebut menunjukkan kemajuan dalam proses disinflasi, sementara laporan Penjualan Ritel hari Jumat menunjukkan bahwa belanja konsumen mulai melambat, dengan penjualan turun dari 0,2% menjadi -0,6%.

Data tersebut mendorong Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan mendekati level-level terendah dua bulan sebelum kembali memulihkan sebagian pelemahan. DXY, yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang, turun 0,05% ke 99,59.

Ketidakpastian mengenai perang di Timur Tengah bisa saja membebani mata uang Meksiko. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dia tidak terburu-buru untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun ia menambahkan bahwa mereka tidak akan mengupayakan perpanjangan gencatan senjata 60 hari yang disepakati dalam Memorandum of Understanding (MoU), yang berakhir pada hari Senin.

Di sisi selatan perbatasan, kalender ekonomi Meksiko kosong rilis pekan lalu, tetapi pada 20 Agustus, Bank of Mexico (Banxico) diprakirakan akan merilis risalah rapat terbarunya, yang diprakirakan akan menunjukkan sikap para anggota dewan terhadap ekonomi dan kebijakan moneter.

Kalender akan kembali berlanjut pada hari Jumat, dengan para pedagang menunggu data Penjualan Ritel Meksiko untuk bulan Juni, yang diprakirakan melonjak dari 1,6% menjadi 3,1% YoY karena Piala Dunia.

Prakiraan Harga USD/MXN: Prospek Teknis

Chart Analysis USD/MXN
grafik harian USD/MXN

Pada grafik harian, USD/MXN diperdagangkan di 17,0331. Pasangan mata uang ini mempertahankan bias bearish jangka pendek karena harga spot masih bergerak jauh di bawah kumpulan simple moving average di sekitar 17,37 dan di bawah kedua resistance garis tren menurun, yang mengindikasikan bahwa reli tetap dibatasi dalam struktur ke bawah yang lebih besar. Relative Strength Index (14) berada sedikit di bawah garis 30, mengisyaratkan kondisi jenuh jual tetapi belum menunjukkan pemulihan momentum yang tegas.

Di sisi atas, resistance awal ditentukan oleh area tiga simple moving average di dekat 17,37, dengan dua garis tren resistance menurun memperkuat zona penawaran jual yang lebih besar di atas wilayah tersebut. Selama harga tetap berada di bawah batas-batas ini, jalur yang paling mungkin setidaknya tetap ke bawah, dan setiap pantulan menuju 17,37 kemungkinan akan dipandang sebagai korektif dalam fase bearish yang sedang berlangsung.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Peso Meksiko

Peso Meksiko (MXN) adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di antara mata uang-mata uang Amerika Latin lainnya. Nilainya secara umum ditentukan oleh kinerja ekonomi Meksiko, kebijakan bank sentral negara tersebut, jumlah investasi asing di negara tersebut, dan bahkan tingkat pengiriman uang oleh warga Meksiko yang tinggal di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Tren geopolitik juga dapat menggerakkan MXN: misalnya, proses nearshoring – atau keputusan beberapa perusahaan untuk merelokasi kapasitas manufaktur dan rantai pasokan lebih dekat ke negara asal mereka – juga dipandang sebagai katalisator bagi mata uang Meksiko karena negara tersebut dianggap sebagai pusat manufaktur utama di benua Amerika. Katalisator lain bagi MXN adalah harga minyak karena Meksiko merupakan eksportir utama komoditas tersebut.

Tujuan utama bank sentral Meksiko, yang juga dikenal sebagai Banxico, adalah menjaga inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil (pada atau mendekati targetnya sebesar 3%, titik tengah dalam rentang toleransi antara 2% dan 4%). Untuk tujuan ini, bank menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai. Ketika inflasi terlalu tinggi, Banxico akan mencoba menjinakkannya dengan menaikkan suku bunga, sehingga rumah tangga dan bisnis lebih mahal untuk meminjam uang, sehingga mendinginkan permintaan dan ekonomi secara keseluruhan. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Peso Meksiko (MXN) karena menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi, menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan MXN.

Rilis data ekonomi makro merupakan kunci untuk menilai keadaan ekonomi dan dapat berdampak pada valuasi Peso Meksiko (MXN). Ekonomi Meksiko yang kuat, yang didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan kepercayaan diri yang tinggi, baik untuk MXN. Hal ini tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong Bank Meksiko (Banxico) untuk menaikkan suku bunga, terutama jika kekuatan ini disertai dengan inflasi yang tinggi. Namun, jika data ekonomi lemah, MXN kemungkinan akan terdepresiasi.

Sebagai mata uang pasar berkembang, Peso Meksiko (MXN) cenderung menguat selama periode berisiko, atau ketika para investor menganggap risiko pasar yang lebih luas rendah dan dengan demikian ingin terlibat dengan investasi yang mengandung risiko lebih tinggi. Sebaliknya, MXN cenderung melemah pada saat terjadi gejolak pasar atau ketidakpastian ekonomi karena para investor cenderung menjual aset-aset berisiko tinggi dan beralih ke aset-aset safe haven yang lebih stabil.