Rilis Anggaran Selandia Baru: Memprakirakan Pertumbuhan PDB 2,3% pada 2026/27

Rilis Anggaran Selandia Baru: Memprakirakan Pertumbuhan PDB 2,3% pada 2026/27

Menteri Keuangan Selandia Baru, Nicola Willis, menyampaikan Anggaran Pemerintah 2026 pada hari Kamis dengan perincian berikut.

Kutipan-Kutipan Utama

Selandia Baru memprakirakan saldo operasi sebelum keuntungan, kerugian 2025/26 sebesar NZ$-15,06 miliar (hyefu/half year economic and fiscal update atau pembaruan ekonomi dan fiscal setengah tahun NZ$-16,93 miliar).

Selandia Baru memprakirakan saldo OBEGAL 2026/27 sebesar NZ$-14,09 miliar (hyefu NZ$-12,99 miliar).

Saldo kas Selandia Baru 2025/26 sebesar NZ$-9,31 miliar (hyefu NZ$-14,80 miliar).

Selandia Baru memprakirakan PDB 2026/27 naik 2,3% (hyefu naik 3,4%).

Selandia Baru memprakirakan utang bersih 2025/26 sebesar 42,4% dari PDB (hyefu 43,3%).

Menteri Keuangan Selandia Baru mengatakan akan memperkenalkan pungutan kehati-hatian pada bank, penerima simpanan non-bank, perusahaan asuransi, dan pelaku pasar keuangan lainnya.

Menteri Keuangan Selandia Baru mengatakan pungutan kehati-hatian baru akan mengumpulkan sekitar NZ$209 juta selama empat tahun ke depan.

Pemerintah Selandia Baru memprakirakan akan mengembalikan surplus saldo operasi sebelum keuntungan, kerugian pada 2029/2030.

Kementerian Keuangan Selandia Baru memprakirakan inflasi mencapai puncak 4,0% pada Kuartal II 2026.

DMO Selandia Baru berencana menerbitkan obligasi senilai NZ$34 miliar pada 2026/27, tidak berubah dari prakiraan Desember.

Rencana penerbitan obligasi bruto DMO Selandia Baruselama empat tahun hingga 30 Juni 2030 adalah NZ$124 miliar, turun dari prakiraan Desember sebesar NZ$130 miliar.

Reaksi Pasar

Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang NZD/USD diperdagangkan di sekitar 0,5900, naik 0,02% pada hari ini

Pertanyaan Umum Seputar Dolar Selandia Baru

Dolar Selandia Baru (NZD), yang juga dikenal sebagai Kiwi, adalah mata uang yang diperdagangkan di kalangan para investor. Nilainya secara umum ditentukan oleh kesehatan ekonomi Selandia Baru dan kebijakan bank sentral negara tersebut. Namun, ada beberapa kekhususan unik yang juga dapat membuat NZD bergerak. Kinerja ekonomi Tiongkok cenderung menggerakkan Kiwi karena Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru. Berita buruk bagi ekonomi Tiongkok kemungkinan berarti lebih sedikit ekspor Selandia Baru ke negara tersebut, yang memukul ekonomi dan dengan demikian mata uangnya. Faktor lain yang menggerakkan NZD adalah harga susu karena industri susu merupakan ekspor utama Selandia Baru. Harga susu yang tinggi meningkatkan pendapatan ekspor, memberikan kontribusi positif bagi ekonomi dan dengan demikian terhadap NZD.

Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan tingkat inflasi antara 1% dan 3% dalam jangka menengah, dengan fokus untuk mempertahankannya di dekat titik tengah 2%. Untuk tujuan ini, bank menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai. Ketika inflasi terlalu tinggi, RBNZ akan menaikkan suku bunga untuk mendinginkan ekonomi, tetapi langkah tersebut juga akan membuat imbal hasil obligasi lebih tinggi, meningkatkan daya tarik para investor untuk berinvestasi di negara tersebut dan dengan demikian meningkatkan NZD. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan NZD. Apa yang disebut perbedaan suku bunga, atau bagaimana suku bunga di Selandia Baru dibandingkan atau diharapkan dibandingkan dengan yang ditetapkan oleh Federal Reserve AS, juga dapat memainkan peran penting dalam menggerakkan pasangan mata uang NZD/USD.

Rilis data ekonomi makro di Selandia Baru merupakan kunci untuk menilai kondisi ekonomi dan dapat memengaruhi valuasi Dolar Selandia Baru (NZD). Ekonomi yang kuat, yang didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan keyakinan yang tinggi, baik untuk NZD. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menarik investasi asing dan dapat mendorong Bank Sentral Selandia Baru untuk menaikkan suku bunga, jika kekuatan ekonomi ini disertai dengan inflasi yang tinggi. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, NZD cenderung terdepresiasi.

Dolar Selandia Baru (NZD) cenderung menguat selama periode risk-on, atau ketika para investor menganggap risiko pasar yang lebih luas rendah dan optimis terhadap pertumbuhan. Hal ini cenderung mengarah pada prospek yang lebih baik untuk komoditas dan apa yang disebut 'mata uang komoditas' seperti Kiwi. Sebaliknya, NZD cenderung melemah pada saat terjadi turbulensi pasar atau ketidakpastian ekonomi karena para investor cenderung menjual aset-aset berisiko tinggi dan beralih ke aset-aset safe haven yang lebih stabil.