Rupee India Jatuh akibat Penjualan FII, Kenaikan Harga Minyak

Rupee India Jatuh akibat Penjualan FII, Kenaikan Harga Minyak
  • Rupee India melemah saat pembukaan terhadap Dolar AS saat harga minyak melanjutkan pemulihan.
  • Investor Institusional Asing (Foreign Institutional Investors/FII) tetap menjadi penjual bersih dalam dua hari perdagangan pertama bulan Juni.
  • Para ekonom memprakirakan RBI akan mempertahankan Suku Bunga Repo pada hari Jumat.

Rupee India (INR) turun tajam terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu.

Pasangan mata uang USD/INR melonjak mendekati 95,78 saat harga minyak melanjutkan pemulihan akibat eskalasi permusuhan di wilayah Timur Tengah, dan arus keluar dana asing yang terus berlanjut dari pasar saham India.

Pada saat berita ini ditulis, harga minyak WTI diperdagangkan naik 1,4% ke sekitar $93,00, level tertinggi yang terlihat dalam lebih dari satu minggu. Harga minyak mulai pulih sejak 29 Mei, menyusul pengumuman revisi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kesepakatan yang diberikan kepada Iran untuk gencatan senjata permanen.

Mata uang dari negara-negara seperti India, yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka, cenderung berkinerja buruk dalam lingkungan harga minyak yang tinggi.

Sementara itu, sebuah laporan dari Reuters menyatakan bahwa bank sentral India kemungkinan menjual Dolar AS untuk membatasi pelemahan Rupee India.

Ketegangan AS-Iran yang Kembali Memanas Mendorong Harga Minyak

Selasa malam, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyatakan telah mencegat dan menggagalkan serangkaian serangan rudal dan drone Iran yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Kuwait dan Bahrain, sekaligus melakukan serangan pembelaan diri di Pulau Qeshm Iran di Selat Hormuz, yang memperbarui kekhawatiran akan dimulainya kembali perang di Timur Tengah.

Hal ini terjadi pada saat Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan, melalui sebuah unggahan di Truth Social sebelumnya pekan ini, bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak akan menyerang Lebanon, dan tidak akan ada serangan antara mereka setelah beberapa pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap Lebanon tidak sesuai dengan gencatan senjata.

FII Menjadi Penjual Bersih pada Hari Selasa

Pembaruan ketidakpastian terkait kesepakatan AS-Iran mendorong kehati-hatian di kalangan investor luar negeri terhadap pasar saham India. Pada hari Selasa, Investor Institusional Asing (Foreign Institutional Investors/FII) menjual saham dalam jumlah signifikan senilai Rs. 8.362,92 crore. FII juga menjadi penjual bersih pada hari pertama bulan Juni, Senin, dengan melepas saham senilai Rs. 3.911,68 crore.

Kebijakan Moneter RBI menjadi Titik Fokus

Rapat kebijakan tiga hari Reserve Bank of India (RBI) telah dimulai, dan akan mengumumkan kebijakan moneter pada hari Jumat. Menurut survei PTI, 11 responden memprakirakan RBI akan mempertahankan suku bunga repo di level-level saat ini dalam tinjauan kebijakan bulan Juni, sementara empat memprakirakan kenaikan 25 basis poin (bp), lapor The Times of India (ToI).

Para investor akan memerhatikan dengan seksama komentar Gubernur RBI, Sanjay Malhotra, mengenai prospek ekonomi dan inflasi.

Pada hari yang sama, data Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal I India juga akan dipublikasikan, yang diprakirakan turun menjadi 7,2% dari sebelumnya sebesar 7,8%.

Analisis Teknis: USD/INR kembali di Atas EMA 20-Hari

USD/INR diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 95,67 pada pembukaan sesi hari Rabu. Tren jangka pendek pasangan mata uang ini tampak berbalik menjadi bullish karena telah kembali di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari, yang berada di 95,43. Posisi harga di atas support dinamis ini mengindikasikan para pembeli masih mengendalikan pasar, sementara Relative Strength Index (RSI) di sekitar 54,9 tetap di wilayah netral, mengisyaratkan momentum ke atas stabil dan tidak berlebihan.

Di sisi bawah, support awal ditentukan oleh EMA 20 hari di 95,43, di mana penembusan dapat membuka jalan untuk koreksi lebih dalam menuju level terendah 29 Mei di 94,46, diikuti oleh level terendah 7 Mei di 94,03. Melihat ke atas, pasangan mata uang ini dapat berharap untuk merebut kembali level tertinggi sepanjang masa di 97,09 jika berhasil melanjutkan pemulihan di atas level tertinggi 2 Juni di 96,19.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)