Rupee India Naik Tipis Sementara Kesepakatan AS-Iran dan Ketidakpastian Hormuz Berlanjut

Rupee India Naik Tipis Sementara Kesepakatan AS-Iran dan Ketidakpastian Hormuz Berlanjut
  • Rupee India menguat terhadap Dolar AS seiring penurunan harga minyak.
  • Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata.
  • FIIs ternyata menjadi penjual bersih pada hari Selasa, melepas saham senilai Rs. 2.407,87 crore.

Rupee India (INR) diperdagangkan sedikit menguat terhadap Dolar AS (USD) pada sesi pembukaan hari Rabu. pasangan mata uang USD/INR turun mendekati 95,70 karena harga minyak gagal mempertahankan kenaikan pada hari Selasa, dengan para pelaku pasar tetap yakin bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran hampir mencapai kesepakatan.

Pada saat berita ini ditulis, harga Minyak WTI diperdagangkan turun 1,8% mendekati $90,80. Mata uang dari negara-negara seperti India, yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka, menarik tawaran beli setelah koreksi tajam pada harga minyak.

Negosiasi AS-Iran Berlanjut meskipun Serangan Defensif AS ke Iran

Pada hari Selasa, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan melakukan pembalasan setelah AS melancarkan serangan di selatan Iran, yang disebut sebagai "pertahanan diri" oleh Komando Pusat AS. Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS tersebut, menyebutnya sebagai "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata.

Namun, negosiasi antara AS dan Iran mengenai penghentian perang di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi hampir 20% pasokan energi global, terus berlanjut melalui mediator.

Seorang pejabat Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa pencairan dana Iran adalah titik terakhir yang serius dengan AS yang sedang diselesaikan melalui mediasi Qatar, lapor agen Fars. Namun, belum ada konfirmasi resmi.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Selat Hormuz harus dibuka "dengan cara apapun," dan penyelesaian kesepakatan dengan Iran mungkin memakan waktu beberapa hari.

FIIs tetap Menjadi Penjual Bersih pada Hari Selasa

Tampaknya ada sentimen campuran dari Investor Institusional Asing (FII) terhadap pasar saham India sepanjang bulan ini. Investor luar negeri terlihat menjadi penjual bersih pada hari-hari alternatif, tanpa pola yang jelas. Pada hari Selasa, FIIs melepas saham senilai Rs. 2.407,87 crore setelah meningkat sebesar Rs. 821,75 crore pada hari Senin.

Dolar AS Goyah Menjelang Data Inflasi PCE AS

Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran ketat sekitar 99,00 saat para investor menunggu sinyal jelas dari AS dan Iran mengenai kemajuan negosiasi menuju kesepakatan permanen.

Di dalam negeri, para investor menantikan data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) AS untuk bulan April, yang akan dirilis pada hari Kamis. Para investor akan memperhatikan dengan seksama data inflasi PCE AS untuk mendapatkan isyarat baru mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Inflasi inti PCE AS – yang merupakan pengukur inflasi pilihan The Fed – diprakirakan tumbuh dengan laju tahunan sebesar 3,3%, lebih cepat dari 3,2% pada bulan Maret, dengan angka bulanan tumbuh stabil sebesar 0,3%.

Analisis Teknis: USD/INR Pulih dari EMA 20-Hari

USD/INR diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar 95,70 pada saat berita ini ditulis. Pasangan mata uang ini mempertahankan bias bullish konstruktif karena spot tetap di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-periode di 95,4387.

Kemiringan EMA yang naik mengisyaratkan bahwa kenaikan baru-baru ini masih didukung, sementara Relative Strength Index (RSI) di sekitar 56 menunjukkan momentum positif namun belum jenuh beli, memberikan ruang untuk kenaikan lebih lanjut jika pembeli tetap mengendalikan pasar.

Di sisi bawah, support awal berada di EMA 20-hari di sekitar 95,44, di mana penembusan akan menandakan melemahnya momentum jangka pendek dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju 95,00. Di sisi atas, pasangan mata uang ini akan mencoba kembali ke level tertinggi sepanjang masa di sekitar 97,00 jika berhasil pulih di atas level tertinggi 22 Mei di 96,37.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)