Para ekonom Standard Chartered Hunter Chan dan Shuang Ding mencatat bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok pada Kuartal II melambat menjadi 4,3% secara tahunan, di bawah kisaran target 4,5–5,0%, dengan permintaan dalam negeri tetap lemah. Mereka menyoroti ekspor dan produksi industri yang lebih kuat dibandingkan konsumsi dan investasi yang lemah. Mereka memprakirakan percepatan belanja fiskal untuk infrastruktur dan sikap moneter yang akomodatif, sambil mempertahankan prakiraan pertumbuhan 2026 sebesar 4,6%.
Pertumbuhan Melambat saat Kebijakan Tetap Akomodatif
"Pertumbuhan Tiongkok pada Kuartal II turun di bawah kisaran target 4,5-5,0%, melambat tajam menjadi 4,3% y/y setelah melampaui ekspektasi di 5% pada Kuartal I."
"Ketidakseimbangan antara pasokan yang kuat dan permintaan dalam negeri yang lemah kemungkinan akan tetap menjadi tantangan utama pada H2."
"Kami mempertahankan prakiraan pertumbuhan 2026 kami di 4,6% dengan asumsi implementasi anggaran yang lebih cepat pada H2."
"Pemerintah kemungkinan akan memprioritaskan implementasi kebijakan yang sudah ada sambil menyusun rencana kontinjensi."
"Kami memprakirakan pemerintah akan mempercepat belanja fiskal untuk infrastruktur sebelum mempertimbangkan stimulus tambahan, mengingat ruang fiskal yang masih cukup baik pada H2."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
