- USD/IDR turun karena menguatnya Rupiah Indonesia setelah rilis data inflasi domestik.
- Inflasi umum Indonesia pada bulan Mei mencapai 3,08%, melampaui ekspektasi pasar namun tetap berada dalam zona target bank sentral.
- Dolar AS tetap menguat di tengah meningkatnya permintaan aset-aset safe-haven yang didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah.
USD/IDR mundur setelah mencapai rekor tertinggi baru 18.021 pada hari Selasa, diperdagangkan di sekitar 17.900 pada saat berita ini ditulis. Pasangan mata uang ini terdepresiasi saat Rupiah Indonesia (IDR) mendapatkan dukungan setelah rilis data inflasi domestik.
Inflasi umum tahunan Indonesia meningkat tajam menjadi 3,08% di bulan Mei, pulih dari level terendah delapan bulan 2,42% di bulan April dan melampaui ekspektasi pasar 2,97%, tetap berada dalam zona nyaman target bank sentral yaitu 1,5% hingga 3,5%. Inflasi inti mencapai level tertinggi tiga bulan 2,59% dibandingkan 2,44% pada bulan sebelumnya. Harga konsumen naik 0,28% bulan-ke-bulan, meningkat dari kenaikan 0,13% di bulan April dan jauh melampaui kenaikan 0,14% yang diprakirakan oleh para analis.
Selain itu, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia rebound ke 50,0 di bulan Mei dari level terendah sepuluh bulan di 49,1 pada bulan April, menandakan kembalinya kondisi pabrik yang secara umum stabil. Pemulihan ini didukung oleh permintaan domestik, meskipun pasar ekspor tetap menjadi beban signifikan di tengah berlanjutnya gangguan pengiriman akibat konflik Timur Tengah, yang terus membebani perdagangan global.
Sementara itu, Rupiah Indonesia (IDR) menemukan dukungan fundamental baru setelah beberapa kali mencapai level terendah mata uang tahun ini. Pemerintah baru-baru ini berjanji akan menerapkan transparansi ketat terkait pembentukan eksportir milik negara yang didedikasikan untuk komoditas-komoditas utama. Inisiatif strategis ini diprakirakan dapat memperkuat penerimaan pajak nasional, mewajibkan secara hukum agar lebih banyak pendapatan ekspor ditahan di dalam negeri, dan pada akhirnya meningkatkan likuiditas Dolar AS (USD) domestik untuk membantu menstabilkan IDR.
Namun, pasangan mata uang USD/INR mendapat dukungan karena Dolar AS (USD) tetap menguat akibat meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian Timur Tengah. Kantor berita Tasnim Iran mengindikasikan bahwa Teheran telah menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran dan sekutu "Front Perlawanan"-nya, yang meliputi Yaman, Lebanon, dan Irak, telah menyusun agenda untuk sepenuhnya memblokir Selat Hormuz yang krusial dan mengaktifkan front tambahan, termasuk Selat Bab el-Mandeb, sebagai cara untuk menghukum Israel dan para pendukungnya.
Indikator Ekonomi
Inflasi (Thn/Thn)
Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sel Jun 02, 2026 04.06
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 3.08%
Konsensus: 2.97%
Sebelumnya: 2.42%
Sumber: Statistics Indonesia
