USD/JPY Bertahan di 160,20 Saat Kesepakatan AS-Iran dan Kenaikan Suku Bunga Bersejarah BoJ Menciptakan Tarik-Menarik Dua Arah

USD/JPY Bertahan di 160,20 Saat Kesepakatan AS-Iran dan Kenaikan Suku Bunga Bersejarah BoJ Menciptakan Tarik-Menarik Dua Arah

USD/JPY diperdagangkan relatif datar di sekitar level 160,20 pada sesi Asia hari Senin, terjebak di antara dua kekuatan yang bergerak berlawanan arah.

Di satu sisi, kerangka perdamaian AS-Iran melemahkan dolar AS karena berkurangnya permintaan aset safe haven. Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) hampir pasti akan menaikkan suku bunga pada hari Selasa, mempersempit selisih imbal hasil yang selama bertahun-tahun menekan nilai yen.

Pergerakan yang terlihat tenang saat ini sebenarnya menyembunyikan risiko peristiwa besar yang berpotensi mendorong USD/JPY keluar dari kisaran perdagangannya minggu ini.

Faktor Pertama: Kesepakatan AS-Iran Menekan Dolar AS

Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik, menghentikan blokade laut AS, dan membuka kembali Selat Hormuz.

Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia juga mengindikasikan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran secara bertahap.

Meredanya risiko geopolitik mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Nick Twidale, Chief Market Strategist ATFX Global, mengatakan:

“Saya pikir dolar akan melemah dalam beberapa sesi ke depan. Mata uang seperti dolar Australia dan yen kemungkinan menguat sedikit, tetapi saya tidak memperkirakan pergerakan yang terlalu besar.”

Namun demikian, risiko tetap ada.

Trump secara tegas menyatakan bahwa serangan militer terhadap Teheran dapat dilanjutkan apabila Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir final.

Faktor ini menjaga permintaan safe haven terhadap dolar dan membatasi potensi pelemahannya.

Faktor Kedua: BoJ Bersiap Menaikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

BoJ diperkirakan luas akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,0% pada hari Selasa.

Jika terealisasi, itu akan menjadi tingkat suku bunga tertinggi sejak tahun 1995.

Karena pasar sudah hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan ini, fokus utama bukan lagi pada keputusan suku bunga itu sendiri, melainkan pada panduan kebijakan ke depan.

Survei Reuters menunjukkan para ekonom memperkirakan BoJ dapat menaikkan suku bunga lagi menjadi 1,25% pada kuartal keempat setelah kenaikan menuju 1,0%.

Jika sinyal tersebut dikonfirmasi atau bahkan dipercepat, prospek yen dalam jangka menengah dapat meningkat secara signifikan.

Faktor Tambahan yang Perlu Diperhatikan

Gubernur BoJ tidak akan hadir dalam pertemuan kali ini.

Pasar akan mengamati apakah bank sentral tetap menunjukkan komitmen terhadap jalur pengetatan tanpa kehadiran gubernur atau justru memberikan sinyal jeda.

Faktor Ketiga: Fed Menahan Suku Bunga, Tetapi Kepemimpinannya Berubah

Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan hari Rabu.

Namun pertemuan ini merupakan keputusan kebijakan besar pertama di bawah Ketua Fed baru, Kevin Warsh.

Pasar akan mencermati setiap kata dalam pernyataan kebijakan.

→ Nada yang lebih hawkish dapat memperlebar selisih imbal hasil AS-Jepang dan mendukung USD/JPY.

→ Nada yang lebih dovish dapat memperkuat tekanan terhadap dolar yang sudah muncul akibat kesepakatan Iran.

Kombinasi antara BoJ yang semakin hawkish dan kepemimpinan baru Fed menjadi faktor utama yang menentukan arah USD/JPY saat ini.

Selisih Imbal Hasil Tetap Menjadi Faktor Utama

Dalam jangka panjang, USD/JPY digerakkan oleh perbedaan imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang.

Selama bertahun-tahun, imbal hasil obligasi AS jauh lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah Jepang, sehingga investor lebih memilih aset berbasis dolar.

Namun ketika suku bunga BoJ bergerak menuju 1,0% dan berpotensi mencapai 1,25%, selisih tersebut mulai menyempit.

Jika inflasi AS juga melambat akibat meredanya risiko geopolitik dan Fed menahan suku bunga lebih lama, tekanan terhadap USD/JPY dapat semakin besar.

Mengapa Level 160,20 Penting?

Level ini berada di bagian atas kisaran perdagangan USD/JPY selama siklus kenaikan suku bunga BoJ.

Penembusan yang berkelanjutan di bawah 158,00 setelah pertemuan BoJ akan menunjukkan bahwa pasar mulai menilai ulang selisih imbal hasil secara lebih agresif.

Hal yang Perlu Dipantau Trader Asia Tenggara

1. Risiko Pembalikan Carry Trade Yen

Penguatan tajam yen dapat memicu penutupan posisi carry trade yang didanai menggunakan yen.

Dalam situasi seperti itu, Baht Thailand (THB), Rupiah Indonesia (IDR), dan Peso Filipina (PHP) sering mengalami tekanan jual.

2. SGD dan MYR Mendapat Dukungan dari Pelemahan Dolar

Dolar Singapura (SGD) dan Ringgit Malaysia (MYR) dapat memperoleh manfaat dari pelemahan dolar AS yang dipicu oleh kesepakatan AS-Iran.

3. Keputusan Fed Menjadi Risiko Waktu

Bagi trader di zona waktu SGT dan WIB, keputusan Fed akan diumumkan pada malam hari.

Karena ini merupakan pertemuan pertama di bawah Kevin Warsh, volatilitas dapat meningkat meskipun suku bunga dipertahankan.

Level Harga dan Agenda Penting

Struktur Harga USD/JPY

→ 160,20 — level saat ini.

→ 158,00 — support utama.

→ 155,00 — support struktural jangka menengah.

→ 162,00–163,00 — area resistensi terdekat.

Agenda Minggu Ini

→ Selasa: Keputusan suku bunga BoJ.

→ Rabu: Keputusan suku bunga Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh.

→ Jumat: Implementasi resmi kesepakatan AS-Iran.

→ Pemantauan berkelanjutan: Selisih imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Jepang tenor 10 tahun.

Sumber data: Reuters, ATFX Global, CME FedWatch Tool, dan FXStreet.

⚠️ Peringatan Risiko: Perdagangan forex dan CFD mengandung risiko tinggi dan dapat menyebabkan hilangnya seluruh modal investasi. Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.