USDJPY kembali menjadi fokus setelah inflasi AS yang lebih panas sempat mendorong pasangan ini mendekati 159.

Alasannya sederhana: inflasi yang lebih kuat meningkatkan ekspektasi bahwa Fed bisa mempertahankan suku bunga lebih tinggi atau bahkan mengetatkan lagi. Imbal hasil AS yang lebih tinggi cenderung mendukung dolar, sementara lingkungan suku bunga rendah Jepang terus membebani yen.
CPI lebih panas → ekspektasi Fed lebih tinggi → USD lebih kuat → USDJPY lebih tinggi
Namun di dekat 160, ceritanya menjadi lebih rumit.
Mengapa 160 Penting
160 bukan level intervensi resmi. Namun trader ingat bahwa Jepang pernah masuk ke pasar mata uang selama periode pelemahan yen yang tajam sebelumnya.
Itu berarti semakin dekat USDJPY ke 159–160, semakin besar risiko peringatan intervensi — atau volatilitas mendadak.
Dan kita sudah melihat betapa cepatnya sentimen bisa berubah.
Setelah mendekati 159, USDJPY mundur ke sekitar 157,7 saat imbal hasil AS melandai dan pejabat Fed meredam ekspektasi kenaikan suku bunga langsung. Pada saat yang sama, Bank of Japan telah mengisyaratkan bahwa pengetatan lebih lanjut masih mungkin terjadi.
Jadi pasangan ini kini terjepit di antara dua kekuatan:
Fed hawkish → mendukung USDJPY
Imbal hasil AS lebih rendah / BOJ hawkish → mendukung JPY
Apa yang Perlu Dicermati Selanjutnya
Secara teknikal, 159–160 tetap menjadi zona resistensi kunci. Penembusan jelas dapat menjaga momentum kenaikan tetap hidup, namun volatilitas bisa meningkat seiring kekhawatiran intervensi tumbuh.
Di sisi bawah, 157–157,25 adalah area pertama yang perlu dicermati. Penembusan di bawahnya dapat mengalihkan perhatian ke 156,50.
Bagi trader, pelajarannya sederhana:
USDJPY masih punya alasan untuk naik. Namun semakin dekat ke 160, perdagangan itu menjadi semakin tidak sederhana.

