Harga minyak terjun bebas pada Selasa setelah laporan tentang kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz memicu pelepasan premi geopolitik pasar secara tajam.
WTI sempat turun lebih dari 5%, sementara Brent merosot sekitar 6% karena trader memperhitungkan risiko gangguan pasokan berkepanjangan yang lebih rendah.

Laporan menyebutkan Iran dan Oman sedang membahas koridor navigasi sementara melalui Selat, bersama dengan upaya pembersihan ranjau. Jalur air ini biasanya menangani sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan LNG global, sehingga setiap kemajuan menuju pembukaan kembali dapat berdampak signifikan pada ekspektasi pasokan.
Aksi jual ini juga menyoroti seberapa besar kenaikan minyak baru-baru ini terkait dengan premi risiko Hormuz.
Jika pengiriman secara bertahap kembali normal, pasar dapat mengalihkan fokus kembali ke persediaan dan permintaan, membuat harga lebih rentan terhadap penurunan.
WTI ditutup 3,1% lebih rendah di 82,36 USD, sementara Brent turun 3,9% menjadi 88,58 USD.
Pembukaan kembali Selat yang berkelanjutan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga, sementara setiap kemunduran dalam pembicaraan dapat dengan cepat mengembalikan premi geopolitik.
