- Harga WTI turun tipis ke sekitar $82,00 pada awal sesi Eropa hari Selasa.
- Serangan udara AS terhadap Iran telah memasuki hari kesepuluh berturut-turut setelah tewasnya tiga personel militer AS.
- Militan Houthi di Yaman mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi.
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $82,00 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa. WTI melemah tetapi tetap berada di dekat tertinggi multi-pekan karena para pedagang terus menilai perkembangan seputar konflik AS-Iran.
Serangan udara AS terhadap Iran telah memasuki hari kesepuluh berturut-turut setelah tewasnya tiga personel militer AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Iran akan membayar atas kematian tiga tentara AS, menurut CNBC.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa pihaknya menyerang target militer AS, termasuk sistem pertahanan udara di Bahrain dan Kuwait. Militer Iran menyatakan bahwa mereka menghantam dua sistem pertahanan udara dan sebuah instalasi radar di dua pos AS yang berbeda di Bahrain, serta sistem pertahanan rudal dan radar serta sistem penerimaan satelit di Kuwait.
Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan bahwa para pemberontak "mendeklarasikan embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan prinsip ‘mata dibalas mata’ yang berlaku segera setelah pernyataan ini dikeluarkan. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dapat mendorong harga WTI dalam jangka pendek.
Para pedagang menunggu rilis laporan minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis pada hari Selasa nanti. Penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari prakiraan menunjukkan permintaan yang lebih kuat dan dapat mengangkat harga WTI, sementara peningkatan stok yang lebih besar dari estimasi menandakan permintaan yang lebih lemah atau kelebihan pasokan, yang dapat melemahkan harga WTI.
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.
