VG Markets Unduh

Yen Jepang Melemah karena PMI AS yang Optimistis Mengangkat Dolar AS dan Imbal Hasil

Yen Jepang Melemah karena PMI AS yang Optimistis Mengangkat Dolar AS dan Imbal Hasil
  • Yen Jepang merosot karena ekspektasi hawkish The Fed membuat Dolar AS tetap diburu.
  • Data aktivitas bisnis AS yang kuat meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed lagi pada bulan Oktober.
  • USD/JPY mendekati 160, sehingga risiko intervensi oleh otoritas Jepang menjadi sorotan.

Yen Jepang (JPY) melanjutkan pelemahannya terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, dengan USD/JPY naik ke level tertinggi dalam tiga pekan karena prospek

kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish terus menopang permintaan terhadap Dolar AS. Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut diperdagangkan di sekitar 158,18, naik 0,50% pada hari ini.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 101,00, level tertingginya sejak 30 Juli.

Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan The Fed semakin menguat setelah data aktivitas bisnis AS melampaui prakiraan. Data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Gabungan AS dari S&P Global naik menjadi 58,4 pada September dari 56 pada Agustus. PMI Manufaktur meningkat menjadi 57, melampaui prakiraan 53,5, sementara PMI Jasa naik menjadi 58,7, lebih tinggi dari ekspektasi 56.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat melanjutkan pengetatan kebijakannya setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pekan lalu dalam upaya mengembalikan inflasi ke target 2%. Harga minyak yang tetap tinggi akibat perang di Timur Tengah membuat risiko inflasi masih cenderung meningkat. Upaya diplomatik AS–Iran kembali berlanjut setelah kedua pihak mengadakan pembicaraan tidak langsung di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai "positif", tetapi "belum menghasilkan terobosan".

Menurut CME FedWatch Tool, para pedagang kini melihat peluang sebesar 73% untuk kenaikan suku bunga kembali pada pertemuan Oktober, meningkat dari sekitar 53% sebelum rilis data PMI.

Gubernur The Fed Michael Barr turut memperkuat sikap hawkish pada hari Rabu dengan mengatakan bahwa "inflasi belum menunjukkan tren yang jelas menuju target kami dalam waktu yang diharapkan", sementara "pertumbuhan ekonomi tetap kuat" dan "pasar tenaga kerja tetap solid". Barr menambahkan bahwa "kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk memastikan inflasi kembali ke 2% sesuai waktu yang ditargetkan".

Ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut dan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS ke level tertinggi baru dalam beberapa tahun. Imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun naik ke sekitar 5,13%, level tertingginya sejak 2007, sementara imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun, yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, meningkat menjadi 4,94%, level tertingginya sejak 2024.

Bagi Yen Jepang, ekspektasi kenaikan biaya pinjaman di AS membuat selisih suku bunga antara kedua negara tetap lebar. Harga minyak yang tinggi menambah tekanan terhadap Yen karena Jepang sangat bergantung pada impor energi. Kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pekan lalu pun hanya memberikan sedikit dukungan.

BoJ menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bp menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, adanya dua suara yang menentang keputusan tersebut serta terbatasnya petunjuk mengenai kenaikan suku bunga berikutnya membuat para pedagang memandang keputusan itu sebagai sedikit dovish. Meski demikian, para pedagang kemungkinan akan berhati-hati untuk mendorong USD/JPY jauh lebih tinggi ketika pasangan mata uang tersebut semakin mendekati level 160, di mana risiko intervensi dapat meningkat.

Harga Yen Jepang Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Yen Jepang (JPY) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Yen Jepang adalah yang terkuat melawan Dolar Australia.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD 0.51% 0.71% 0.47% 0.19% 1.05% 0.91% 0.36%
EUR -0.51% 0.19% 0.00% -0.31% 0.55% 0.38% -0.15%
GBP -0.71% -0.19% -0.17% -0.50% 0.36% 0.20% -0.27%
JPY -0.47% 0.00% 0.17% -0.30% 0.52% 0.40% -0.09%
CAD -0.19% 0.31% 0.50% 0.30% 0.84% 0.71% 0.22%
AUD -1.05% -0.55% -0.36% -0.52% -0.84% -0.14% -0.60%
NZD -0.91% -0.38% -0.20% -0.40% -0.71% 0.14% -0.48%
CHF -0.36% 0.15% 0.27% 0.09% -0.22% 0.60% 0.48%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Yen Jepang dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili JPY (dasar)/USD (pembanding).