Yen Jepang Turun ke Terendah Dua Minggu versus USD saat Penjual Abaikan Ketakutan Intervensi

Yen Jepang Turun ke Terendah Dua Minggu versus USD saat Penjual Abaikan Ketakutan Intervensi
  • Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan dengan bias positif untuk lima hari berturut-turut di tengah minat beli USD yang berkelanjutan.
  • Data makro AS mengangkat spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026 dan mendukung Dolar AS.
  • Ketidakpastian geopolitik dan optimisme AS-Tiongkok juga menguntungkan USD dan mendukung pasangan mata uang ini.

Pasangan mata uang USD/JPY menyentuh level tertinggi dua minggu selama perdagangan sesi Asia pada hari Jumat dan berpotensi melanjutkan tren naik mingguan di tengah penguatan Dolar AS (USD) secara luas. Harga spot tetap berada di jalur mencatatkan kenaikan mingguan yang kuat dan saat ini diperdagangkan sedikit di bawah level 158,50, naik tipis untuk lima hari berturut-turut.

Para pedagang meningkatkan spekulasi mereka terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada tahun 2026 setelah rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya pekan ini. Selain itu, Penjualan Ritel AS tumbuh untuk tiga bulan berturut-turut pada bulan April, mencerminkan belanja konsumen kuat dan menegaskan ekspektasi The Fed hawkish. Hal ini, bersama dengan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut, mengangkat USD ke puncak baru bulanan dan bertindak sebagai pendorong bagi pasangan mata uang USD/JPY.

Perundingan damai antara AS dan Iran masih mandek di tengah ketidaksepakatan yang lebih luas mengenai program nuklir Teheran dan Selat Hormuz. Selain itu, hubungan AS-Tiongkok telah stabil setelah pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. International Monetary Fund (IMF) secara resmi menyambut baik dialog konstruktif tersebut, mencatat bahwa penurunan ketegangan perdagangan dan pengurangan ketidakpastian ekonomi sangat bermanfaat bagi stabilitas keuangan global.

Sementara itu, data yang dirilis sebelumnya hari ini menunjukkan bahwa inflasi grosir Jepang—Indeks Harga Produsen (IHP)—melonjak 4,9% tahun-ke-tahun pada bulan April di tengah kenaikan biaya minyak dan impor akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap risiko-risiko ekonomi yang berasal dari ketegangan Iran dan membebani Yen Jepang (JPY), sehingga semakin mendukung pasangan mata uang USD/JPY. Namun, spekulasi bahwa otoritas akan turun tangan untuk menopang JPY membatasi kenaikan pasangan mata uang ini.

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Produsen (Thn/Thn)

Indeks Harga Produsen yang dirilis oleh Bank of Japan adalah ukuran dari harga barang yang dibeli oleh perusahaan domestik di Jepang. IHP berkorelasi dengan IHK (Indeks Harga Konsumen) dan merupakan cara untuk mengukur perubahan biaya produksi dan inflasi di Jepang. Pembacaan tinggi dipandang sebagai antisipasi kenaikan suku bunga dan positif (atau bullish) untuk JPY, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Kam Mei 14, 2026 23.50

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 4.9%

Konsensus: 3%

Sebelumnya: 2.6%

Sumber: Statistics Bureau of Japan