Yen melemah 0,25% menjadi 157,56 per dolar pada Selasa, mempertahankan sebagian besar kenaikan minggu lalu setelah intervensi mata uang bersama yang langka. Mata uang tersebut naik sekitar 5% dalam tiga sesi, menyentuh level tertinggi tiga bulan di 155,20 — pemulihan tajam dari level terendah 40 tahun pada bulan Juli sebesar 163,99.
Rincian penting yang harus dicatat para pedagang:
- Signifikansi historis: Ini merupakan intervensi yen bersama Jepang-AS pertama sejak 1998; kedua negara terakhir bertindak bersama dalam kerangka G7 tahun 2011 pasca gempa bumi di Jepang
- Kiraan biaya: Data Bank of Japan menunjukkan operasi hari Jumat mungkin menelan biaya hingga 36,58 miliar dolar AS
- Alat kebijakan baru: Kementerian Keuangan Jepang mengatakan akan menggunakan fasilitas repo FIMA The Fed ke depannya, memungkinkan likuiditas dolar melalui swap Treasury alih-alih penjualan obligasi langsung — mengurangi tekanan terhadap yield AS
- Sikap resmi: Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi aksi tersebut "mengimbangi pergerakan yen yang tidak teratur" dan menyatakan Washington "tidak ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut"
Axel Merk, CIO di Merk Investments, mencatat bahwa intervensi biasanya memiliki dampak terbatas dalam jangka menengah, berfungsi lebih sebagai sinyal terhadap posisi short-yen yang agresif.
Bagi pedagang: zona 157,00–158,00 adalah medan pertempuran jangka pendek. Pemecahan di bawah 157 meningkatkan kemungkinan tindakan bersama kembali. Terhadap euro, yen melemah 0,33% menjadi 181,36, kembali dari level tertinggi hampir sembilan bulan pada Senin. Perhatikan sinyal suku bunga Bank of Japan selanjutnya — hal ini kemungkinan akan menentukan apakah rebound ini berlanjut atau memudar.
