USD/JPY diperdagangkan di atas level 163, mendorong yen ke posisi terlemahnya sejak Desember 1986 atau sekitar 51% lebih rendah dibandingkan tahun 2011. Sementara itu, USD/CAD menjadi satu-satunya pasangan mata uang G10 yang saat ini menunjukkan penguatan dolar Kanada terhadap dolar AS. Perbedaan antara mata uang terlemah di Asia dan mata uang yang paling tangguh di Amerika Utara telah menjadi salah satu tema utama pasar valuta asing minggu ini.
Mengapa Yen Terus Melemah
Pergerakan ini bukan hanya didorong oleh penguatan dolar AS, tetapi juga mencerminkan semakin lebarnya perbedaan kebijakan moneter. Bank of Japan mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 1%, sedangkan Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga 3,5%–3,75%.
Survei Reuters terhadap 87 ekonom menunjukkan bahwa 86% memperkirakan BOJ hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Tekanan politik dari pemerintahan Takaichi disebut sebagai salah satu faktor yang dapat menunda pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Kementerian Keuangan Jepang menghabiskan sekitar ¥11,7 triliun (sekitar US$71,7 miliar) untuk mendukung yen antara akhir April dan Mei. Namun, USD/JPY kemudian menembus level 162 yang sebelumnya dipandang banyak pelaku pasar sebagai ambang potensi intervensi, tanpa adanya tindakan resmi yang dikonfirmasi. Akibatnya, sebagian pelaku pasar menjadi lebih yakin bahwa pelemahan yen dapat berlanjut, meskipun Departemen Keuangan AS telah memperingatkan mengenai volatilitas nilai tukar yang berlebihan dan terus mendorong Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan.
Hubungan Dolar Kanada dengan Harga Minyak — Namun Ada Catatan
Penurunan USD/CAD baru-baru ini mencerminkan penguatan dolar Kanada yang didukung kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran terhadap pasokan di Timur Tengah serta data penjualan ritel Kanada yang solid. Namun, kondisi tersebut terjadi sebelum jeda konflik AS-Iran pada akhir pekan, yang kemudian berkontribusi terhadap penurunan tajam harga minyak. Jika harga minyak tetap rendah, dukungan terhadap dolar Kanada dapat berkurang.
EUR/USD dan GBP/USD Masih Tertekan
Kedua pasangan mata uang tersebut masih berada di bawah tekanan karena penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris. Tekanan penurunan dapat berlanjut apabila kondisi makroekonomi saat ini tidak banyak berubah, meskipun sinyal kebijakan dari ECB maupun BOE ke depan dapat memengaruhi arah pasar.
Yang Perlu Diperhatikan
- 31 Juli: Keputusan kebijakan BOJ; pasar akan mencermati pernyataan Gubernur Ueda untuk mencari petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
- Kisaran 162–165: USD/JPY tetap menjadi area yang dipantau ketat karena kenaikan lebih lanjut dapat meningkatkan ekspektasi terhadap intervensi pemerintah.
- Harga minyak: Keberlanjutan gencatan senjata terkait Iran dapat terus memengaruhi harga minyak dan pada akhirnya nilai dolar Kanada.
- Komentar ECB dan BOE: Panduan kebijakan dari kedua bank sentral dapat memicu volatilitas pada EUR/USD dan GBP/USD.
Fokus Pasar
USD/JPY terus menarik perhatian pasar karena momentumnya yang kuat, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan intervensi resmi apabila pergerakan nilai tukar menjadi terlalu bergejolak. Sementara itu, penguatan dolar Kanada belakangan ini dapat menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga minyak setelah penurunan harga minyak menyusul laporan mengenai gencatan senjata.
