Dana Asuransi Futures MEXC Lampaui 750 Juta USDT, Rasio Cadangan Aset Utama Tetap di Atas 100%

Dana Asuransi Futures MEXC Lampaui 750 Juta USDT, Rasio Cadangan Aset Utama Tetap di Atas 100%

Dalam laporan keamanan dua bulanan periode Mei–Juni, MEXC mengungkapkan bahwa Dana Asuransi Futures miliknya mencapai 751 juta USDT per 29 Juni, naik sekitar 191 juta USDT atau 34% dibandingkan periode sebelumnya. Dana tersebut dirancang untuk membantu menyerap slippage likuidasi saat volatilitas pasar meningkat, sehingga mengurangi kemungkinan mekanisme Auto-Deleveraging (ADL) dipicu pada posisi futures yang memenuhi syarat.

Menurut laporan tersebut, rasio cadangan aset utama adalah sebagai berikut:

  1. BTC: 269,35% (12.656,63 BTC disimpan dibandingkan 4.698,90 BTC kewajiban kepada pengguna)
  2. USDC: 125,41% (sekitar 95,41 juta USDC)
  3. ETH: 118,14% (77.527,30 ETH)
  4. USDT: 113,95% (sekitar 2,139 miliar USDT)

Angka-angka tersebut dapat diverifikasi secara on-chain melalui sistem Proof of Reserves berbasis Merkle Tree milik MEXC.

Laporan ini dirilis di tengah tantangan keamanan yang masih dihadapi industri aset kripto. Berdasarkan data keamanan blockchain yang dikutip MEXC, terdapat 142 insiden keamanan yang terkonfirmasi selama Mei dan Juni dengan total kerugian sekitar US$194 juta, di mana 55% terkait eksploitasi pada sektor decentralized finance (DeFi). Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa bridge lintas rantai (cross-chain bridge) dan pengelolaan private key masih menjadi area dengan tingkat kerentanan yang tinggi.

Dalam aspek perlindungan pengguna, MEXC menyatakan bahwa tim kepatuhannya menandai 9.518 akun dan membongkar 4.394 jaringan penipuan selama periode pelaporan, terutama di kawasan CIS (2.096) dan Indonesia (1.229). Bursa tersebut juga melaksanakan 53 perintah pembekuan aset berdasarkan keputusan pengadilan serta membantu memulihkan 343.515 USDT dari transfer lintas rantai yang salah tujuan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa dana asuransi futures yang lebih besar dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa ADL selama periode volatilitas pasar yang tinggi, sementara rasio cadangan di atas 100% menunjukkan bahwa aset yang dilaporkan melebihi kewajiban kepada pelanggan. Metrik-metrik ini umumnya digunakan oleh pelaku pasar dalam menilai manajemen risiko serta dukungan aset suatu bursa.