VG Markets Unduh

Dolar Australia: Inflasi Melambat tetapi Carry Tetap Mendukung – BBH

Dolar Australia: Inflasi Melambat tetapi Carry Tetap Mendukung – BBH

Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) memprakirakan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Australia bulan Juli akan melandai, dengan inflasi umum dan IHK rata-rata yang dipangkas bergerak lebih rendah, sejalan dengan kondisi tenaga kerja yang lebih lemah dan pertumbuhan upah. Risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) dan belanja modal Kuartal II akan membentuk ekspektasi suku bunga, dengan kontrak berjangka yang masih menilai peluang 60% untuk satu kali kenaikan lagi. Haddad melihat risiko cenderung ke jeda yang lebih panjang, tetapi menyoroti carry yang menarik dan eksposur terhadap komoditas sebagai faktor pendukung AUD.

Inflasi Melandai saat RBA Dipandang Menahan Suku Bunga

“Inflasi IHK Australia diprakirakan melandai pada bulan Juli (Rabu). IHK utama diprakirakan berada di 3,3% y/y, turun dari 3,8% pada Juni, sementara IHK trimmed mean diprakirakan berada di 3,5% y/y, dibandingkan 3,6% pada Juni. IHK bulanan merupakan ukuran utama inflasi Australia, tetapi RBA tetap lebih berfokus pada inflasi trimmed mean dari data IHK kuartalan.”

“RBA memproyeksikan IHK trimmed mean akan turun tipis menjadi 3,3% y/y pada akhir Desember dari 3,6% y/y pada Kuartal II, sejalan dengan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja dan melandainya pertumbuhan upah sektor swasta.”

“Risalah rapat RBA bulan Agustus (Selasa) akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan, sementara data belanja modal swasta Kuartal II (Kamis) akan membantu membentuk prakiraan PDB menjelang rilis 2 September. Kontrak berjangka suku bunga tunai RBA masih menyiratkan peluang sekitar 60% untuk satu kenaikan terakhir sebesar 25 bp pada akhir tahun menjadi 4,60%.”

“Menurut pandangan kami, risiko lebih cenderung pada jeda yang lebih panjang dalam siklus pengetatan RBA karena kebijakan sudah cukup restriktif. Meski begitu, daya tarik carry Australia, bersama eksposur strategis negara tersebut terhadap komoditas terkait energi, AI, dan pertahanan, tetap menjadi faktor pendukung utama bagi AUD.”

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)