Dolar kembali kehilangan pijakan. Indeks Dolar AS tergelincir ke sekitar 99,68, level terendah dalam tujuh pekan, karena harapan kesepakatan AS-Iran dan data tenaga kerja AS yang melunak membebani greenback.
Mata uang Asia memanfaatkan pergerakan ini, sementara yen tetap lebih kuat setelah intervensi pekan lalu. USD/JPY bergerak di dekat 157,70, jauh di bawah area 164 yang dicapai sebelum Tokyo dan Washington turun tangan.

Ujian besar berikutnya datang dari laporan pekerjaan AS Jumat. ADP menunjukkan gaji swasta hanya naik 44.000 pada Juli, di bawah estimasi 68.000 dan menambah tanda bahwa pasar tenaga kerja kehilangan momentum.
NFP yang lemah dapat menekan dolar lebih lanjut dan memberi USD/JPY alasan lain untuk bergerak turun. Namun, laporan yang lebih kuat dari perkiraan dapat dengan cepat menghidupkan kembali permintaan dolar.
Untuk USD/JPY, 157,30 adalah level downside pertama yang perlu dicermati, sementara pergerakan kembali di atas 159,60-159,85 akan menunjukkan pembeli mulai merebut kendali.
Gambaran yang lebih luas menjadi semakin rumit bagi para bull dolar. Dengan data AS yang lebih lunak, dolar yang melemah dan risiko intervensi yang kini berada di samping prospek Fed, membeli USD/JPY di setiap penurunan bukan lagi perdagangan yang semudah dulu.
