Dolar AS tetap stabil secara umum pada hari Selasa ketika para investor beralih fokus dari laporan lapangan kerja yang tidak terduga lemah minggu lalu ke data inflasi AS yang akan datang.
Indeks Dolar hampir tidak berubah di sekitar 99,84 setelah naik 0,3% pada sesi sebelumnya. Yen juga tetap tertekan, dengan USD/JPY diperdagangkan mendekati 159,30 setelah otoritas Jepang dan AS sebelumnya melakukan intervensi untuk mendukung mata uang Jepang.
Gaji AS turun sebesar 23.000 pada bulan Juli, jauh di bawah ekspektasi kenaikan sekitar 80.000. Angka tersebut juga mencakup revisi besar ke bawah untuk bulan-bulan sebelumnya, memicu pasar untuk menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Fokus kini berpindah ke laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu. Para investor akan menilai apakah inflasi melambat cukup untuk mengubah ekspektasi jalur kebijakan Fed akhir tahun ini.
Harga minyak yang lebih tinggi menambah kompleksitas lain. Harga minyak mentah naik karena ketidakpastian terkait negosiasi yang melibatkan Iran dan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz meningkat. Gangguan yang berkepanjangan bisa menjaga biaya energi tetap tinggi dan membuat penurunan inflasi menjadi lebih sulit.
Dolar Australia relatif stabil setelah Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga tunai tetap di level 4,35%, sesuai ekspektasi. Bank sentral terus berusaha menyeimbangkan inflasi yang persisten terhadap tanda-tanda aktivitas ekonomi yang melemah.
Apa yang Harus Diperhatikan
Pasar akan fokus pada laporan CPI AS untuk sinyal baru mengenai inflasi dan ekspektasi suku bunga. Data harga produsen dan penjualan ritel yang dirilis lebih lanjut dalam minggu ini bisa memberikan petunjuk tambahan tentang arah kebijakan moneter AS.
Bagi pasar valuta asing, angka inflasi yang lebih lemah bisa memperkuat ekspektasi Fed yang lebih longgar dan memberi tekanan pada dolar, sementara hasil CPI yang lebih kuat dari perkiraan bisa mendukung dolar hijau.
