Emas spot jatuh di bawah 4.300 Dolar/ons, memperpanjang penurunan baru-baru ini seiring pasar menilai kembali prospek suku bunga Fed.

Komentar hawkish Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga September naik tajam, sementara imbal hasil Treasury yang naik dan dolar yang lebih kuat menambah tekanan pada emas. Pasar kini memperhitungkan sekitar dua pertiga kemungkinan kenaikan suku bunga pada September.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil, menjadikan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS sebagai pendorong utama logam ini dalam jangka pendek.
Namun, gambaran jangka panjang tetap mendukung. Aliran masuk ETF emas telah pulih, sementara bank sentral terus mendiversifikasi cadangan dari dolar. Bank sentral China juga tetap menjadi pembeli emas yang aktif.
Bagi para trader, pertanyaan kuncinya adalah apakah aksi jual saat ini merupakan koreksi jangka pendek atau awal dari pembalikan tren yang lebih dalam.
Jika imbal hasil dan dolar terus naik, emas bisa menghadapi penurunan lebih lanjut. Namun permintaan ETF baru, pembelian bank sentral, atau data ekonomi AS yang lebih lemah dapat memberikan dukungan baru.
Jangka pendek, ekspektasi Fed yang menggerakkan emas. Jangka panjang, permintaan bank sentral tetap menjadi faktor bullish utama.
