- EUR/USD pullback setelah penolakan di 1,1660 dan tetap terperangkap dalam kisaran dua minggu terakhir.
- Meningkatnya ketegangan AS-Iran dan harga Minyak yang lebih tinggi melemahkan selera risiko pada hari Senin.
- Data Zona Euro mengonfirmasi perlambatan aktivitas manufaktur pada bulan Mei, dengan tingkat pengangguran stabil.
Euro (EUR) mencetak penurunan kecil terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, dengan indikator-indikator momentum menunjukkan melemahnya kekuatan bullish setelah penolakan di puncak kisaran terbaru di 1,1660. Data Zona Euro yang beragam, ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, dan harga Minyak yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi mata uang bersama
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah di X sebelumnya pada hari Senin bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran merupakan gencatan di semua front, termasuk Lebanon, dan pelanggaran terhadap kesepakatan ini di satu front akan dianggap sebagai pelanggaran di semua front.
Pernyataan ini muncul setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan, dan Israel meningkatkan operasinya di Lebanon selama akhir pekan, menimbulkan keraguan terhadap akhir negosiasi konflik tersebut. Harga minyak telah naik lebih dari 3% dari penutupan minggu lalu.
Di Eropa, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur HCOB Zona Euro untuk bulan Mei direvisi lebih tinggi menjadi 51,6, dari estimasi sebelumnya 51,4, meskipun tetap di bawah level 52,2 pada bulan April. Kemudian, data Eurostat mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran tetap tidak berubah di 6,3% pada bulan April, berlawanan dengan ekspektasi turun menjadi 6,2%.
Di AS, IMP ISM diprakirakan menunjukkan level-level yang konsisten dengan ekspansi sehat aktivitas sektor tersebut. Namun, fokus utama minggu ini akan pada serangkaian rilis data ketenagakerjaan, termasuk laporan Nonfarm Payrolls hari Jumat, yang kemungkinan akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Analisis Teknis: Terbatas di Bawah Puncak Kisaran 1,1660

EUR/USD diperdagangkan di 1,1646, dengan indikator-indikator pada grafik perdagangan harian menunjukkan momentum melemah. Relative Strength Index (RSI) 4 jam bergerak mendekati garis 50, sementara garis Moving Average Convergence Divergence (MACD) akan segera melintasi di bawah garis Sinyal, yang merupakan tanda bearish.
Di sisi atas, tertinggi 18, 27, dan 28 Mei di 1,1660 tetap menahan para pembeli meskipun terjadi penembusan palsu minggu lalu. Di atasnya, tertinggi 14 Mei di 1,1720, dan puncak Mei di area 1,1790 muncul sebagai target berikutnya.
Upaya penurunan kemungkinan akan diuji di terendah Jumat, di 1,1625, sebelum mencapai dasar kisaran di area 1,1575.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur ISM
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS. Indikator tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif pemasok manufaktur berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan di organisasi masing-masing. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Angka di bawah 50 menandakan aktivitas pabrik secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sen Jun 01, 2026 14.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 53
Sebelumnya: 52.7
Sumber: Institute for Supply Management
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) memberikan pandangan yang andal terhadap keadaan sektor manufaktur AS. Data di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas bisnis berkembang selama periode survei dan sebaliknya. IMP dianggap sebagai indikator utama dan dapat menandakan pergeseran siklus ekonomi. Hasil cetak yang lebih kuat dari perkiraan biasanya berdampak positif pada USD. Selain IMP utama, data Indeks Ketenagakerjaan dan Indeks Harga yang Dibayar diawasi dengan cermat karena keduanya menyoroti pasar tenaga kerja dan inflasi.
