Goldman Sachs menekankan reli saham Asia di paruh pertama 2026 masih memiliki ruang naik yang cukup, dengan pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan menjadi pendorong inti untuk imbal hasil di paruh kedua. Bank ini menganjurkan strategi "stick with winners", merekomendasikan investor memegang pasar dan sektor yang berkinerja unggul daripada beralih ke sektor yang tertinggal.
Reli ekuitas Asia tahun ini didorong oleh fundamental, bukan valuasi. Hampir 80% kenaikan regional berasal dari peningkatan laba, menunjukkan modal semakin berlabuh pada perbaikan fundamental.
Bank mempertahankan sikap "overweight" di pasar Asia Utara, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan saham China A. Pilihan sektor utama meliputi perangkat keras teknologi, barang modal, dan perbankan, didukung oleh tema struktural seperti ekspansi AI, pembangunan infrastruktur listrik, dan belanja pertahanan yang meningkat.
Pandangan konstruktif struktural Goldman meluas ke komoditas, dengan preferensi kuat pada logam industri. Meskipun Selat Hormuz telah melanjutkan pengiriman normal dan harga minyak mereda, bank tetap menyarankan alokasi komoditas yang terdiversifikasi.
Para ahli strategi mencatat konflik geopolitik Iran telah memperkuat tema infrastruktur listrik dan permintaan logam industri, bukan narasi minyak dan gas tradisional. Belanja berkelanjutan untuk keamanan energi, infrastruktur AI, elektrifikasi global, dan pengeluaran pertahanan akan terus mendorong permintaan tembaga, litium, dan aluminium.

Didorong oleh percepatan investasi di energi terbarukan, EV, sistem pertahanan, dan pusat data, permintaan tembaga secara struktural akan melampaui pasokan tambang dalam beberapa tahun ke depan.
Goldman Sachs menaikkan target harga tembaga LME akhir 2026 menjadi 13.735 USD/ton, dan mempertahankan pandangan jangka panjang bahwa harga mungkin perlu mencapai 15.000 USD/ton pada 2035 untuk mendorong pasokan baru yang cukup.
Emas: Tesis Bullish Tetap Solid
Meskipun rally emas yang kuat sejak 2022, Goldman Sachs tetap optimis pada emas, dengan target akhir 2026 di 4.900 USD/oz.
Diversifikasi cadangan yang persisten dari bank sentral negara berkembang tetap menjadi dukungan struktural utama. Meskipun suku bunga yang lebih tinggi mungkin sementara menekan permintaan ETF emas, ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan dan kekhawatiran fiskal global akan mempertahankan potensi kenaikan jangka menengah emas.
