IHSG Sedikit Memantul dari 5.346 Jelang Data Cadangan Devisa Indonesia Mei 2026

IHSG Sedikit Memantul dari 5.346 Jelang Data Cadangan Devisa Indonesia Mei 2026
  • IHSG mencatatkan terendah baru 2026 di area 5.346 Senin pagi.
  • Menkeu Purbaya mengklaim fundamental ekonomi Indonesia baik.
  • Bank Indonesia akan merilis data cadangan devisa Mei 2026.

IHSG bergerak di 5.519,03 yang lebih rendah 1,35% dari penutupan Jumat lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap bawah di 5.486,311 dan merayap turun ke 5.346,33 yang merupakan terendah baru 2026. Namun demikian, indeks rebound dari level tersebut dan kesulitan untuk menutup gap pembukaan menjelang rilis data Cadangan Devisa Indonesia untuk bulan Mei 2026.

Indeks-indeks saham Indonesia merah pagi ini. Indeks JII turun 3,87% di antara yang lainnya yang ditekan oleh BRMS (-6,67%), TLKM (-6,52%), JPFA (-5,68%), BKSL (-5,17%), RATU (-4,43%), dan lain-lain.

Tidak ada aksi korporasi yang dilaporkan perusahaan-perusahaan yang disebutkan di atas dalam keterbukaan informasi sejauh ini yang bisa menjadi penekan ke bawah harga saham-sahamnya.

Pelemahan Rupiah tampaknya menjadi salah satu pendorong sentimen negatif pasar secara keseluruhan. Rupiah dekat level terlemah sepanjang masa di area 18.175/USD yang dicapai Jumat lalu menyusul laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat. Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Mei adalah 172 ribu yang jauh lebih besar dari prakiraan 85 ribu dengan Tingkat Pengangguran stabil di 4,3%.

Dalam APBNKITA yang dirilis akhir Jumat lalu, diungkapkan bahwa Pendapatan Negara (sampai dengan 31 Mei 2026) sebesar Rp1.185 triliun (37,6% thd APBN) dengan perincian Penerimaan Pajak Rp834,4 triliun, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp123,8 triliurun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp226,4 triliun.

Sementara di sisi belanja, Belanja Negara (sampai dengan 31 Mei 2026) sebesar Rp1.365,4 triliun (35,5% thp APBN) dengan perincian Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.059,3 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp306,1 triliun. Defisit APBN 0,70% thd PDB dan Surplus Keseimbangan Primer sebesar Rp58,6 triliun.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa "Dari pertemuan APBN KiTa kemarin sudah kelihatan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada," setelah menghadiri pertemuan dengan pimpinan DPR RI, Bank Indonesia, pada Sabtu pekan lalu.

Dalam keterangan yang dimuat dalam situs Kementerian Keuangan, Pemerintah dan Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan salah satunya meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik aliran modal ke dalam negeri.

Kalender ekonomi Indonesia cukup padat pada pekan ini. Di hari perdagangan pertama pekan ini, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data Cadangan Devisa Mei 2026 pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Pada bulan April 2026, cadangan devisa turun menjadi $146,20 miliar dari $148,2 miliar sebelumnya. Itu setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, yang di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.

Data penting lainnya yang bisa memengaruhi pasar saham Indonesia untuk pekan ini adalah Keyakinan Konsumen Mei pada hari Rabu dan Penjualan Ritel April pada hari Kamis yang masing-masing dijadwalkan dirilis pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB).

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,902% yang belum berubah sejauh ini. Imbal hasil ini telah menunjukkan kenaikan selama dua hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat lalu, semakin memperpendek jarak dengan tertinggi 2026 di 6,957% yang dicapai pada 29 April.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sen Jun 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $146.2

Sumber: Bank of Indonesia